Thursday, January 29, 2015

Pesona Taman Bawah Laut Rubiah Di Sumatera


Pulau Rubiah adalah bagian dari Kota Sabang, tepatnya berada di sebelah barat laut Pulau Weh. Pulau ini hanya berjarak sekitar 250 meter dari Pantai Iboih Aceh. Pada masa kejayaan Kerajaan Aceh, Pulau Rubiah merupakan tempat transit bagi calon jamaah haji, dan pada masa perang dunia pulau ini merupakan benteng pertahanan yang sampai sekarang masih terlihat puing-puing benteng tersebut. Namun sekarang ini, seiring perkembangan dunia wisata, Pulau Rubiah dijadikan tujuan wisata bagi para penyelam.

Pulau Rubiah dengan taman lautnya menawarkan pesona keindahan alam bawah laut yang dapat memukau bagi siapa saja yang mengunjunginya. Anda akan menemui berbagai macam spesies ikan tropis seperti angel fish, gigantic clams, school of parrot fish, lion fish dan sebagainya. Terdapat juga berbagai jenis terumbu karang. Untuk bisa menikmati keindahan alamnya, Anda tidak harus memiliki lisensi menyelam. Karena di pulau ini, terdapat banyak spot penyelaman yang aman digunakan untuk aktivitas menyelam bagi pemula atau penyelam yang belum memiliki lisensi.



Selain sebagai tujuan wisata, Pulau Rubiah merupakan tempat penelitian biota laut. Terdapat 15 jenis biota laut yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia. Setelah lelah melakukan kegiatan menyelam atau snorkeling, Anda dapat memanjakan perut Anda di warung makan satu-satunya yang terdapat di pulau ini. Untuk masalah fasilitas dan akomodasi, Pulau Rubiah memang masih sangat minim, karena pulau ini masih belum berpenghuni.

Untuk menuju Pulau Rubiah, Anda dapat melalui rute dari Banda Aceh Menuju Pulau Weh dengan menggunakan kapal ferry atau kapal cepat. Waktu yang ditempuh jika menggunakan kapal ferry sekitar 90 menit, untuk kapal cepat hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit. Sesampainya di Pulau Weh, Anda dapat melanjutkan perjalanan untuk menuju ke Pulau Rubiah dengan menggunakan perahu motor yang membutuhkan waktu sekitar 20 menit.

 

Meskipun merupakan tujuan wisata terkenal, namun Taman Laut Rubiah masih sangat minim untuk masalah fasilitas dan akomodasi. Hanya terdapat satu warung makan, tempat persewaan perlengkapan menyelam dan snorkeling dan tempat persewaan perahu yang dapat digunakan untuk kegiatan menyelam atau snorkeling.

Keindahan Alam Pulau Berhala Yang Eksotis

Pulau Berhala adalah sebuah pulau di Jambi, Indonesia. Pulau ini merupakan pulau terluar Indonesia di Selat Malaka, Pulau yang kaya akan hutan akar bahar ini menyimpan berbagai jenis terumbu karang (Intertidal Coral Reef dan Karang Tengah) dalam radius 200 M dari bibir pantai yang tidak kurang dari 22 spesies dan jenis ikan karang dapat terlihat dari 11 spesies, bila anda menyelam kesana. Luasnya adalah 2,5 km².

Pulau Berhala

Pulau Berhala memiliki topografi bergunung dengan hutan lebat dan pantai yang putih bersih. Pada awal dan akhir tahun, pantai Pulau Berhala menjadi tempat persinggahan penyu untuk bertelur. Pulau yang kaya akan hutan akar bahar ini menyimpan berbagai jenis terumbu karang (Intertidal Coral Reef dan Karang Tengah) dalam radius 200 M dari bibir pantai yang tidak kurang dari 22 spesies dan jenis ikan karang dapat terlihat dari 11 spesies, bila anda menyelam kesana.

Nama Pulau Berhala ini diambil dari nama raja Jambi dahulu yaitu Datuk Paduko Berhala yang makamnya terdapat di pulau itu.
Pulau Berhala cukup unik di lihat dari namanya saja sudah memberi kesan tersendiri. Luas pulau berkisar 2,5 Hektar. Kondisi pulau sangat alami dan belum memiliki penduduk. Saat ini pulau di jaga oleh Tentara Nasional Indonesia Angakatan Laut
Saat ini sudah terdapat fasilitas berupa resort, pemancingan, wahana untuk permainan laut maupun Hotel untuk para wisatawan yang berkunjung ke sana.

Batuan Berhala

 
Selain Pulau Berhala di Sumatra Utara, ada lagi empat pulau dengan nama yang sama. Satu di Indonesia, sedangkan tiga lainnya di Malaysia. Pulau kedua yang berada di Indonesia terletak di Selat Berhala, dekat Kepulauan Riau. Di sekelilingnya, terdapat tiga pulau kecil dengan luas sekitar 0,25 hingga 0,5 hektare. Pulau ini diperebutkan provinsi Jambi dan Riau.
Tiga pulau lainnya milik Malaysia masing-masing terletak di dekat Sandakan, sebelah utara Kalimantan, di dekat Johor, dan di Perak (bernama Batuan Berhala).

Menikmati Eksotisnya Pulau Samalona

Nusantara mempunyai beribu-ribu pulau yang indah. Pulau-pulau tersebut berderet dari Sabang hingga Merauke dalam kesatuan negara Republik Indonesia. Salah satu pulau terindah yang dimiliki Indonesia adalah Pulau Samalona. Pulau tersebut berada dalam wilayah Indonesia timur, tepatnya di kawasan administrasi pemerintahan Kota Makassar, Sulawesi Selatan.







Untuk menuju Pulau Samalona, pengunjung harus menempuh jarak sekitar 2 km dengan menggunakan perahu motor. Jasa sewa perahu motor bisa ditemukan di dermaga Kota Makassar yang letaknya tidak jauh dari Pantai Losari. Lalu lintas di dermaga tersebut selalu sibuk. Pasalnya, dermaga ini tidak hanya melayani wisatawan yang ingin berkunjung ke pulau, tapi juga melayani lalu-lintas warga dan para pedagang.

Harga sewa perahu motor bervariasi, tergantung tujuan dan sifat penyewaan. Terdapat dua sifat penyewaan perahu motor, yakni bersifat pribadi atau umum. Yang dimaksud pribadi di sini perahu motor disewa secara penuh dan akan menemani wisatawan sampai kunjungan selesai. Harga sewa perahu secara pribadi menuju Pulau Samalona berkisar Rp500.000 – akan lebih murah jika pengunjung pandai menawar harga. Sedangkan jika bersifat umum, wisatawan akan bergabung dengan penumpang lain yang satu tujuan dan kembali sesuai dengan jam yang sudah ditentukan. Tentu dengan harga sewa yang berbeda.

Dari dermaga Kota Makassar, perjalanan menuju Pulau Samalona dengan menggunakan perahu motor memerlukan waktu sekitar 30 menit. Ketika tiba di Pulau Samalona, pengunjung akan disambut hamparan pasir putih dan air laut yang jernih. Saking jernihnya, pengunjung dapat melihat indahnya terumbu karang langsung dari atas perahu.






Luas Pulau Samalona semakin menyusut dari tahun ke tahun. Di penghujung 2012, luas pulau ini hanya sekitar 2 hektare. Walau kecil, pulau ini dilengkapi berbagai fasilitas penunjang wisata, seperti penginapan, kamar bilas, dan kedai. Jika pengunjung ingin melihat keindahan bawah laut, juga tersedia jasa sewa alat-alat diving dan snorkeling lengkap dengan pemandu jika diinginkan. Harga sewa alat-alat snorkeling Rp50.000-Rp100.000, tergantung kepandaian pengunjung dalam menawar harga.

Pamandangan bawah laut Pulau Samalona terkenal hingga penjuru dunia. Tidak heran jika setiap hari selalu ada wisatawan baik lokal maupun asing yang menyempatkan diri untuk datang ke pulau ini. Jika bosan bermain air, silakan merapat ke kedai. Di kedai ini, tersedia olahan masakan khas daerah pesisir, seperti ikan dan kepiting bakar.

Pulau Samalona merupakan kekayaan milik nusantara yang harus dijaga dan dilestarikan. Jangan sampai promosi wisata yang sedang digencarkan justru semakin merusak kealamian pulau ini. Apalagi banyak yang percaya bahwa Pulau Samalona yang luasnya selalu menyusut dari tahun ke tahun ini diyakini akan tenggelam di tahun 2020.

Pantai Klayar Pacitan Wisata Alam Yang Sesungguhnya

Pantai Klayar berada di Kecamatan Donorojo, sekitar 35 km ke arah barat Kota Pacitan, dan dapat dicapai sekitar 60 menit dari kota pacitan

 

Klayar adalah pantai eksotik dengan hamparan pasir putih, batu karang yang menyerupai Sphinx, karang bolong, seruling laut dan air mancur alami setinggi 10 meter.
Perjalanan menuju ke pantai Klayar adalah sebuah tantangan bagi mereka yang suka akan kegiatan luar ruangan, karena jalan yang harus diakses terbilang sempit dan rusak di beberapa bagian.


Seruling Laut

Pantai klayar memiliki ciri khas yang mungkin tidak dimiliki oleh pantai-pantai di Pacitan lainnya. Seruling laut adalah keunggulan dari pantai ini.


Kenapa disebut seruling laut? itu karena deburan ombak yang yang menghempas celah-celah batu karang yang melambai dan berbunyi seperti seruling. Pantai ini juga memiliki pasir putih dan air berwarna biru yang menunjukkan dalam dan segarnya pemandangan di pantai ini. Disamping itu juga terdapat air mancur alam. Air mancur ini terjadi karena gelombang tekanan udara di laut yang menghantam batu batuan berongga. ketinggian air mancur yang dapat mencapai sekitar 10 meter dan bisa menghasilkan gerimis dan embun air laut yang oleh masyarakat sekitar diyakini memiliki kualitas khusus sebagai obat awet muda.

Selain Pantai Klayar terkenal dengan keeolak pantainya ,juga seruling laut yang begitu indah,Anda juga bisa melihat indahnya sunset di pinggir pantai.Anda tak perlu khawati petang menjelang,karena di sana terdapat cottage yang terbilang cukup murah untuk disewa.Di malam hari suasananya tak kalah hebat dibandingkan pada waktu siangnya.

Sunset Di Pantai Klayar


Walaupun akses jalan menuju pantai ini masih sulit dan belum ada perbaikan yang maksimal tetapi para pengunjung tidak akan menyesal dan kecewa. Karena setelah perjalanan yang melelahkan para wisatawan akan mendapatkan suguhan alam yang membuat kita betah berlama-lama disana.

Ditambah lagi, terdapat kelokan tajam serta rute yang naik turun perbukitan dengan tanjakan dan turunan yang cukup ekstrim. Namun demikian, keindahan pemandangan bukit dan lembah hijau akan menemani sepanjang perjalanan menuju Pantai Klayar.

Pantai ini terbilang masih sangat sepi, dan hanya akan terlihat beberapa nelayan yang sedang melaut saat hari biasa. Hamparan pasir putih membentang dengan ombak sejernih kristal memecah di bibir pantai,dan diapit bukit-bukit karang di kanan dan kirinya.

Taman Rekreasi Waduk Gajah Mungkur Wonogiri

Aliran Sungai Bengawan Solo terbendung di sebuah waduk raksasa seluas 8800 ha. Begitu besar waduk ini sehingga tampak jelas dari beberapa wilayah di Kabupaten Wonogiri. Inilah Waduk Gajah Mungkur yang begitu ikonik, letaknya sekira 3 kilometer dari pusat Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Waduk Gajah Mungkur



Dari sisi lansekap, ini adalah waduk yang begitu menawan. Genangan air sangat cantik tatkala pemandangan bukit-bukit melatarinya. Di tepi waduk terdapat beberapa perahu kecil yang menambat, mengistrirahatkan nelayan yang puas mendapat banyak ikan nila dan patin dari perairan tersebut.

Di sisi utara waduk terdapat lapangan luas yang sering digunakan untuk area mendarat paralayang dan juga panggung pertunjukkan musik. Sekelilingnya merupakan jalanan dimana pedagang menjual beraneka macam makanan, souvenir, bahkan hewan peliharaan sekalipun.


 

Untuk memasuki Taman Rekreasi Waduk Gajah Mungkur, pengunjung dikenakan tarif Rp13 ribu per orang. Area parkir luas dan tempat wisata ini sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti toilet, musala dan lahan parkir yang luas.

Rasakan semilir angin di tengah danau dengan menaiki perahu kecil atau Anda bisa menyewa sepeda air berbentuk hewan, tarifnya Rp10 ribu per orang. Jika ingin kegiatan lebih menantang, disediakan juga arena ATV dengan tarif Rp10 ribu per 15 menit.


WaterBoom Waduk Gajah Mungkur


Anak-anak yang ingin berenang pun dapat mengunjungi Waterbom Gajah Mungkur dengan tarif Rp25 ribu per orang. Permainan lain juga banyak tersedia mulai dari roller coaster sederhana, ayunan hingga kereta. Anda yang hobi memancing bisa membawa alat pancing dan menghabiskan waktu di sini. Apabila ingin sekadar bersantai, Waduk Gajah Mungkur dikelilingi rumput pendek yang nyaman untuk tempat beristirahat.

Wednesday, January 28, 2015

Sejuknya Air Terjun Sendang Gila Di Pulau Lombok

Air Terjun Sendang Gila adalah salah satu obyek wisata yang terkenal di Pulau Lombok.Pulau yang orang bilang saudara kembarnya Pulau Dewata Bali,yah mungkin karena sama eloknya.
Air Terjun Sendang Gila berada di kaki gunung rinjani,tepatnya di desa senaru kecamatan bayan,lombok utara.Ada 2 jalur yang bisa digunakan untuk mencapai lokasi ini,yaitu melalui jalur senggigi atau jalur pusuk yang memerlukan waktu yang cukup lama.Namun semua itu akan terbayar dengan keindahan air terjun yang indah ini.Air terjun sendang gila ini muncul dari atas tebing dengan ketinggian sekitar 30 m dengan debit air yang cukup besar.Dibawahnya terdapat sungai-sungai kecil sehingga pengunjung dapat berenang atau sekedar mandi di tengah sejuknya pegunungan yang masih segar.

Air Terjun Sendang Gila

Jika melewati jalur pusuk sepanjang jalan anda akan di suguhkan dengan pemandangan sawah dan hijaunya gunung-gunung.Namun anda juga akan melewati jalan berkelok dan menanjak hingga mencapi puncaknya pusuk.Di puncak pucuk(Pucuk Pass) terdapat daerah wisata yang sepanjang jalan anda bisa mendapati monyet-monyrt kecil berkeliaran.

Jika melewati jalur senggigi maka jarak tempuh akan semakin jauh dibandingkan dengan jalur pusuk.Namun suguhan pemandangan dijalur ini bukanlah pegunungan melainkan pantai.Ada beberapa pantai yang akan dilewati disana mulai dari pantai meninting,pantai batu bolong,pantai senggigi,kerandangan,malimbu,dan juga 3 pulau gili eksotis di barat pulau lombok yaitu gili menu,gili air,dan juga gili terawangan.

Tangga menuju air  terjun


Perjalanan untuk menuju gerbang air terjun sendang gila memerlukan waktu sekitar 2 jam,selanjutnya kita harus berjalan kaki melewati ratusan anak tangga yang menuruni bukit sekitar 15 menit untuk menuju air terjun sendang gila.Sedangkan air terjun tiu kelep berjarak 15 menit berjalan kaki.Konon katanya orang yang mandi di air terjun sendang gila ini bisa awet mudah.

Yah percaya ga percaya seh,,heheh

Setelah anda puas,anda bisa mampir di rumah makan senaru untuk mengisi perut.Disana anda akan bisa menikmati makanan namun tetap menyaksikan keindahan air terjun sendang gila dari kejauhan.

Tarif masuk di lokasi ini sebesar Rp.5000,00,-.Agar tidak tersasar ,anda juga bisa menggunakan jasa pemandu oleh warga setempat dengan tarif yang bisa ditawar sesuai kesepakatan.Selain itu anda akan diajak berpetualang dengan track berbeda.Membuat perjalanan wisata anda di air terjun sendang gila menjadi berkesan.













Kawah Ijen Yang Begitu Menawan

Fenomena Api Biru Di Kawah Ijen




Gunung Ijen atau lebih di kenal dengan Kawah Ijen, adalah salah satu gunung yang masih aktif sampai sekarang. Memiliki ketinggian 2.443 m dari atas permukaan laut, berdinding kaldera setinggi 300-500 m dan telah 4 kali meletus di tahun 1796, 1817, 1913 dan 1936.
Ijen merupakan satu komplek gunung berapi yang terdiri dari kawah gunung Ijen dan dataran tingginya. Kawasan ini terletak di tiga kabupaten yaitu Situbondo, Bondowoso dan Banyuwangi.

Di kawasan gunung berapi ini terdapat pertambangan belerang, dimana mengindikasikan gunung ini masih aktif dan beraktifitas. Saat berada di kawasan kawah Ijen, pengunjung bisa menyaksikan para penambang yang sibuk membawa tumpukan belerang di punggung mereka, menyusuri jalan yang curam dan dipenuhi oleh gas beracun yang berbahaya.

Kawah Ijen merupakan pusat danau kawah terbesar di dunia, yang bisa memproduksi 36 juta meter kubik belerang dan hidrogen klorida dengan luas sekitar 5.466 hektar.. Kawah yang berbahaya ini memiliki keindahan yang sangat luar biasa dengan danau belerang berwarna hijau toska dengan sentuhan dramatis dan elok. Danau Ijen memiliki derajat keasaman nol dan memiliki kedalaman 200 meter. Keasamannya yang sangat kuat dapat melarutkan pakaian dan jari manusia.




Bagi mereka yang suka akan petualangan, untuk mencapai Gunung Ijen bisa di akses dari dua arah yaitu, dari utara dan dari selatan. Dari utara, bisa di tempuh melalui Situbondo menuju Sempol (Bondowoso) lewat Wonosari dan dilajutkan ke Paltuding. Jaral Situbondo ke Paltuding sekitar 93 Km dan dapat ditemput sekitar 2,5 jam.
Dari arah selatan, bisa dilalui dari Banyuwangi menuju Licin yang berjarak 15 Km. Dari Licin menuju Paltuding berjarak 18 Km dan diteruskan menggunakan Jeep atau mobil berat lainnya sekitar 6 Km sebelum ke Paltuding. Ini dikarenakan jalan yang berkelok dan menanjak.

Nirwana Tropis Di Pulau Derawan






Sebuah nirwana tropis berada di salah satu pulau wilayah Provinsi Kalimantan Timur, tepatnya Kabupaten Berau dan di Selat Sulawesi, tak jauh dari perbatasan Malaysia. Pulau Derawan menjadi sebuah destinasi wisata bahari pilihan menawan buat Anda yang menyukai pantai dengan hamparan pasir putih lembut berkilat serta air jernih. Apalagi di tambah bonus menjumpai penyu-penyu jinak yang berenang-renang riang saat kita melakukan penyelaman.
Terkadang saat duduk di ujung jembatan kayu yang mengarah ke laut, kita dapat menyaksikan penyu-penyu hijau itu hilir mudik di permukaan air yang bening. Sesekali bahkan penyu-penyu tersebut nampak berkeliaran di sekitar cottage yang berada di pesisir pulau. Saat malam tiba, beberapa penyu naik ke darat dan bertelur di sana.
Paduan warna laut dan lumut yang memukau menghasilkan gradasi warna biru dan hijau, serta hutan kecil di tengahnya, membuat pulau ini menyajikan pemandangan alam begitu eksotis yang sayang untuk dilewatkan begitu saja. Yang tersisa, kenangan mendalam.

Jembatan Kayu



Kekayaan laut Pulau Derawan mempunyai lebih dari 50 jenis Arcropora (hewan laut) dalam satu terumbu karang. Tak salah kiranya jika Pulau Derawan terkenal sebagai urutan ketiga teratas di dunia sebagai tempat tujuan menyelam bertaraf internasional
Pulau ini memang relatif kurang begitu dikenal khususnya di dalam negeri karena untuk mencapainya butuh perjuangan tersendiri yang cukup berliku. Anda mesti menuju ke Balikpapan dulu dari Jakarta, Surabaya, Yogyakarta atau Denpasar, untuk menuju pulau ini. Kurang lebih dua jam waktu tempuh penerbangan dari Jakarta ke Balikpapan.
Dari Balikpapan, Anda masih harus terbang menuju Tanjung Redeb selama satu jam dengan menaiki pesawat kecil yang dilayani oleh KAL Star, Deraya atau DAS. Selain itu, Tanjung Redeb juga bisa dicapai melalui laut, dengan menaiki kapal dari Samarinda atau Tarakan ke Tanjung Redeb dilanjutkan dengan menyewa motorboat menuju pulau Derawan dengan lama perjalanan kurang lebih 2 jam.

Banyak wisatawan manca negara yang baru turun dari pesawat di bandara Kalimarau, Tanjung Redeb langsung berangkat ke Pulau Derawan dengan motorboat yang sudah ditambatkan di sebuah pelabuhan khusus.
Alternatif lain bisa juga melalui perjalanan darat dari Balikpapan ke Tanjung Batu lalu dari sana menyeberang ke Pulau Derawan. Hanya saja ini bukan pilihan yang bagus karena perjalanan penyeberangan itu sendiri memakan waktu hingga belasan jam dengan medan yang relatif tidak menyenangkan.
Meskipun begitu, tahukah Anda, justru banyak wisatawan asing yang sudah tahu lebih banyak soal keberadaan pulau eksotis ini. Sejumlah wisatawan Jepang dari Tokyo melalui travel yang ada di sana “tembak langsung” berangkat ke Singapura atau ke Sabah kemudian melanjutkan perjalanan ke Balikpapan, lalu ke Tanjung Redeb menggunakan pesawat kecil.
Mereka memanfaatkan waktu mereka selama di Derawan dengan menyelam, menyusuri keindahan bawah laut di pulau tersebut yang memang merupakan lokasi terbaik untuk olahraga selam. Apalagi dengan kondisi pulau yang terpencil dan “masih perawan” kian menambah pesona siapapun juga untuk menikmatinya selama mungkin.

Cottage Di Pulau Derawan


Tak usah jauh-jauh, hanya dalam jarak 50 meter dari bibir pantai, kita sudah dapat menyaksikan terumbu karang yang indah dan ikan-ikan beraneka warna hilir mudik. Airnya sangat bening. Anda pun bisa menyewa snorkel seharga Rp 30 ribu per hari. Bila ingin menyelam lebih dalam, kita dapat menemukan ikan-ikan yang lebih “eksotis” seperti kerapu, ikan merah, ikan kurisi, ikan barracuda, teripang, dan kerang. Pada batu karang di kedalaman sepuluh meter, terdapat karang yang dikenal sebagai “Blue Trigger Wall” karena pada karang dengan panjang 18 meter tersebut banyak terdapat ikan trigger (red-toothed trigger fishes).
Pulau Derawan menyediakan fasilitas-fasilitas tempat penginapan (cottage), penyewaan peralatan menyelam dan juga restoran. Ada pula penginapan-penginapan bertarif murah yang dikelola oleh warga sekitar. Kisaran harganya mulai dari Rp 45 ribu sampai Rp 100 ribu/malam.

Anda masih belum puas?

Anda dapat meninjau juga pulau lainnya yang berada di sekitar Derawan. Misalnya: Pulau Sangalaki, Maratua, dan Pulau Kakaban yang mempunyai keunikan tersendiri. Ikan Pari Biru (Manta Rays) yang memiliki lebar mencapai 3,5 meter berpopulasi di Pulau Sangalaki. Malah bisa pula ditemui—jika cukup beruntung—ikan pari hitam dengan lebar “bentang sayap” 6 meter . Sedangkan Pulau Kakaban mempunyai keunikan yaitu berupa danau prasejarah yang ada di tengah laut, satu-satunya di Asia.
 

Tuesday, January 27, 2015

Wisata Museum Makam Prasasti

Pintu Masuk Museum Prasasti


Dari banyak museum yang ada di Jakarta, Museum Taman Prasasti memiliki keunikannya sendiri. Di balik nuansa suram, sunyi dan teduh pepohonan yang tumbuh di dalamnya, museum ini menyimpan begitu banyak kisah kematian para tokoh penting dari berbagai periode sejarah yang berbeda. Memang, museum ini dikhususkan untuk menyimpan berbagai macam batu nisan dan prasasti yang memiliki nilai sejarah tinggi.

Diresmikan pada tahun 1977 oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, museum ini sebelumnya hanya sebuah makam bernama Kebon Jahe Kober. Karena itulah nuansa 'dark' begitu menyelimuti area seluas 1,2 hektar ini. Dark tourism sendiri merupakan salah satu konsep wisata alternatif yang menghadirkan obyek, atraksi serta pameran yang bernuansa kematian, duka, kesuraman dan penderitaan.


Makam Kebon Jahe Kober sendiri telah ada sejak masa kolonial Belanda, tepatnya tahun 1795. Ketika itu terjadi suatu wabah yang membuat banyak warga belanda di Batavia meninggal. Hal ini membuat kebutuhan lahan penguburan meningkat signifikan. Kebetulan saat itu kuburan warga Belanda di samping Gereja Baru (Nieuwe Hollandse Kerk, sekarang Museum Wayang) dianggap sudah terlalu padat.

Hal ini membuat pemerintah Batavia mengadakan lahan pemakaman baru di wilayah Selatan Batavia, yang posisinya agak jauh keluar kota dan jauh dari kepadatan penduduk kala itu. Karena itulah, makam yang sekarang beralamat di Jalan Tanah Abang no. 1 ini akhirnya diresmikan.



 

Salah satu area pemakaman


Dari segi tata kota, posisi Makam Kebon Jahe Kober amat strategis karena berada di tepi kali Krukut. Hal ini membuat lalu lintas pengangkutan jenazah beserta keluarga umumnya melalui kali Krukut.

Salah satu makam yang dianggap misterius adalah 'makam' Kapitan Jas. Tidak diketahui benar siapa sebenarnya yang pernah dimakamkan di balik batu nisan tersebut, namun ada kepercayaan bahwa makam ini dapat memberikan kesuburan, keselamatan dan kemakmuran bagi peziarahnya.

Makam Kapitan Jas
 Nah itulah sedikit penjelasan tentang Museum taman prasasti,siapkah adrenalin kalian tertantang untung mengunjungi museum tersebut.

Wisata Sejarah Di Benteng Fort Rotterdam

Hai Traveller,,
jumpa lagi dengan saya,kali ini saya akan mengajak anda untuk mengenal jejak sejarah di makassar,,
ikuti saya terus kawan,,

Benteng Fort Rotterdam atau biasa disebut Benteng Ujung Pandang adalah salah satu obyek wisata yang terkenal di Makassar.Selain terkenal dengan wisata kuliner sea food, Kota Makassar juga punya wisata-wisata yang sarat nilai sejarah. Salah satunya adalah Fort Rotterdam atau biasa dikenal juga dengan nama Benteng Ujung Pandang. Benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo ini terletak di sebelah barat Makassar, tepatnya di Jl. Ujung Pandang. Lokasinya sangat dekat sekali dengan pantai, hanya dipisahkan oleh jalan beraspal. Menurut catatan sejarah, benteng ini pertama kali didirikan pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9.



Benteng Fort Rotterdam
Fort Rotterdam tampak dari dalam


 Benteng Fort Rotterdam ini memiliki bentuk yang unik. Jika kita perhatikan di maket yang terdapat di dalam benteng, bentuknya menyerupai kura-kura. Terdapat empat bastion utama yang seolah-olah menjadi kaki untuk sang kura-kura. Sedangkan pintu masuk utamanya terdapat di bagian kepala. Karena bentuknya itu lah orang Makassar sering menamainya Benteng Panyyua. Pada masa kerajaan Gowa, benteng ini dijadikan markas Pasukan Katak.





Tembok di Fort Rotterdam
Salah Satu tembok Dalam Benteng


 Tiap bastion di benteng ini dihubungkan oleh tembok kokoh yang konstruksinya disusun menggunakan batu padas yang diambil dari daerah Maros. Di sepanjang tembok ini terdapat jalur menyerupai parit yang digunakan oleh pasukan penjaga benteng untuk berlindung dan berpindah antarbastion. Pengunjung bisa menaiki dan menyusuri tembok ini untuk merasakan sensasi menjadi prajurit penjaga benteng.

Meriam di Fort Rotterdam
Meriam Canon



 Di beberapa tempat di dalam benteng, kita dapat juga menjumpai beberapa benda peninggalan sejarah seperti meriam canon. Selain itu, di dalam benteng Fort Rotterdam juga terdapat museum La Galigo yang mempunyai berbagai macam referensi sejarah kebesaran Gowa-Tallo (Makassar) dan beberapa daerah lain di Sulawesi Selatan. Berada di dalam museum ini, kita seakan-akan sedang menyaksikan kehidupan rakyat Sulawesi Selatan di zaman dulu.

 Sayang sekali selain ke Museum La Galigo, kita tidak diizinkan untuk menengok ke dalam bangunan lain yang terdapat di dalam benteng Fort Rotterdam.Tapi tak usah khawatir kawan,kalian juga akan takjub melihat indahnya pantai di sepanjang benteng tersebut.

Siapkan diri anda untuk menikmati sensasi indahnya Benteng tersebut.
Pasti anda akan terpana melihatnya.









Monday, January 26, 2015

Pantai Wediombo Tempat Memancing Ikan Di Atas Karang

Sebuah imajinasi tentang pasir putih maha luas yang memungkinkan mata untuk leluasa meneropong ke berbagai sudut mungkin akan muncul bila mendengar pantai bernama Wediombo (wedi=pasir, ombo=lebar). Namun, sebenarnya pantai Wediombo tak mempunyai hamparan pasir yang luas itu. Bagian barat dan timur pantai diapit oleh bukit karang, membuat hamparan pasir pantai ini tak seluas Parangtritis, Glagah, atau mungkin Kuta.

Penduduk setempat memang mengungkapkan bahwa nama pantai ini yang diberikan oleh nenek moyang tak sesuai dengan keadaannya. Ada yang mengungkapkan, pantai ini lebih pantas menyandang nama Teluk Ombo, sebab keadaan pantai memang menyerupai teluk yang lebar. Terdapat batu karang yang mengapit, air lautnya menjorok ke daratan, namun memiliki luas yang lebih lebar dibanding teluk biasa.
Tapi, di luar soal nama yang kurang tepat itu, Wediombo tetap menyuguhkan pemandangan pantai yang luar biasa. Air lautnya masih biru, tak seperti pantai wisata lainnya yang telah tercemar hingga airnya berwarna hijau. Pasir putihnya masih sangat terjaga, dihiasi cangkang-cangkang yang ditinggalkan kerangnya. Suasana pantai juga sangat tenang, jauh dari riuh wisatawan yang berjemur atau lalu lalang kendaraan. Tempat yang tepat untuk melepas jenuh.

Wediombo terletak di Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunung Kidul. Pantai ini sangat mudah dijangkau bila sebelumnya telah datang ke Pantai Siung. Cukup kembali ke pertigaan di Tepus sebelum menuju ke Siung, kemudian belok kanan mengikuti alur jalan hingga menemukan papan petunjuk belok ke kanan untuk menuju Wediombo.



Letak pantai ini jauh lebih ke bawah dibanding daratan sekitarnya. Beberapa puluh anak tangga mesti dituruni dulu sebelum dapat menjangkau pantai dan menikmati keelokan panoramanya. Sambil turun, di kanan kiri dapat dilihat beberapa ladang penduduk setempat, rumah-rumah tinggal dan vegetasi mangrove yang masih tersisa. Lalu lalang penduduk yang membawa rerumputan atau merawat ternak di kandang juga bisa dijumpai.

Selain panorama pantai yang mengagumkan, Wediombo juga menawarkan pengalaman wisata unik, bahkan ekstrim, yaitu memancing di ketinggian bukit karang. Saat ini jenis wisata yang bermula dari kebiasaan memancing penduduk setempat ini tengah digemari oleh pehobi dari kota Yogyakarta dan Wonogiri. Menurut penuturan penduduk setempat , mendapatkan ikan ukuran besar adalah tujuan para pehobi itu.

Bukan hal mudah untuk memancing di bukit karang, sebab letaknya yang jauh dari pantai. Bukit karang itu baru bisa dijangkau setelah berjalan ke arah timur menyusuri bibir pantai, naik turun karang di tepian pantai yang terjal, licin dan kadang dihempas ombak besar, kemudian naik lagi hingga puncak bukit karang yang langsung berhadapan dengan laut lepas yang dalam. Bagi yang telah terbiasa saja, perjalanan menuju bukit karang bisa memakan waktu satu jam.
Namun, hasil yang luar biasa bisa dituai setelah mengalahkan segala rintangan itu. Penduduk setempat mengungkapkan, ikan-ikan berukuran besar sering didapat oleh para turis lokal. Minimal, pemancing akan mendapatkan ikan cucut, atau ikan panjo dalam istilah setempat. Ikan yang panjangnya setara dengan lengan manusia dewasa ini punya 2 jenis, yang berbentuk gilig (silinder) banyak ditemui pada musim kemarau, sementara yang gepeng (pipih) ditemui pada musim hujan.
Untuk memancing, modalnya hanya umpan berupa ikan teri yang bahkan bisa didapatkan di tepian pantai. Tinggal menggunakan pancing atau merentangkan jaring kecil, maka umpan bisa didapat. Murah dan mudah, bukan?


Bagi yang tak cukup punya nyali untuk menuju bukit karang, membeli ikan hasil pancingan mungkin adalah cukup memuaskan. Beberapa warga menawarkan jasa memasak ikan bila ingin mencicipinya segera. Bila tidak, ikan bisa dibawa pulang mentah-mentah, tapi tentu cukup merepotkan.
Paket masakan ikan panjo goreng juga tersedia. Nasi, seekor ikan panjo goreng yang telah diiris kecil beserta sambal mentah dijual sangat murah. Nasinya dihidangkan dalam bakul kecil, sementara sambalnya dalam cobek. Porsinya cukup banyak, bahkan untuk 2 orang. . Ada juga landak laut goreng yang rasanya mirip daging ayam.

Pada saat-saat tertentu, anda bisa melihat upacara Ngalangi yang digelar oleh penduduk setempat. Upacara ini digelar sekali setahun, mirip upacara labuhan besar, tujuannya adalah mengungkapkan syukur pada Tuhan atas anugerah yang diberikan dan memohon rejeki lebih untuk masa mendatang. Anugerah yang dimaksud terutama adalah hasil tangkapan ikan yang jumlahnya lumayan, hingga bisa mencukupi kebutuhan.

Prosesi upacaranya cukup unik, dimulai dengan acara merentangkan gawar atau jaring yang dibuat dari pohon wawar. Jenis jaring ini konon digunakan untuk menangkap ikan sebelum adanya jaring dari senar yang dipakai sekarang. Gawar direntangkan dari bukit Kedongkowok hingga wilayah pasang surut pantai. Perentangan dilakukan saat air pasang, tujuannya adalah menjebak ikan yang terbawa ombak sehingga tak dapat kembali ke lautan.




Setelah air surut, ikan-ikan diambil. Warga kemudian sibuk membersihkan dan memasak ikan tangkapan. Sebagian kecil ikan dilabuh lagi ke lautan bersama nasi dan sesaji. Sebagian besar lainnya dibagi sesuai dengan jumlah keluarga penduduk setempat dan diantar ke rumah-rumah warga. Acara mengantar ikan ke rumah- rumah warga ini sering disebut kendurian besar, wujud kearifan lokal bahwa semua ikan adalah rejeki bersama.
Kecuali upacara Ngalangi, seluruh pesona pantai bisa dinikmati setiap harinya. Bila ingin bermalam atau menggelar sebuah acara yang dihadiri sekelompok kecil orang, terdapat sebuah gubug yang terletak tak jauh dari warung-warung yang berjejer di pantai. Sangat mengasyikkan dan mampu menebus rasa lelah ketika menuju ke pantai ini.

Pantai Ngobaran Gunungkidul Yang Eksotis

Pantai Ngobaran Gunungkidul memang terdengar masih asing bagi traveller.Mungkin bagi traveller lebih kenal dengan Pantai Baron,Pantai Kukup,Pantai Sundak dan pantai lainnya yang berada di daerah istimewa Yogyakarta.

 Pantai Ngobaran Gunungkidul terletak di Desa Kanigoro,Kecamatan Saptosari,Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta.Pantai Ngobaran terletak di koordinat GPS 8°7'9"S 110°30'16"E.
Eksotisme Pantai Ngobaran berbeda dengan pantai lainnya yang berada di Gunungkidul.





Pantai Ngobaran lebih tepat di sebut pantai yang memeberikan kesan pluralisme dalam artian anda   disini seakan serasa di bali namun serasa juga di lingkungan sendiri,yang paling mencolok adalah hadirnya pura yang berada disisi tebing.Disana juga terdapat mushola kecil.
Banyak yang bilang Pantai Ngobaran adalah Bali Van Java,kenapa demikian,,,,????

Karena memang Eksotisme Dari Pantai Ngobaran mirip Di Bali. Tebing yang tinggi,Curam ,Juga deburan ombak yang menghantam sisi tebing dan juga sebuah yang mirip pura berada disisi tebing mirip seperti di bali.

Pantai Ngobaran bisa di bilang pantai yang sangat istimewa,dari sekian banyak pantai di Gunungkidul.Pantai Ngobaran memiliki keunikan yaitu rumput laut atau alga hijau dan coklat yang banyak di pesisir pantai,jadi jangan membayangkan itu berupa pasir melainkan berupa karang.






Secara keseluruhan Pantai Ngobaran Gunungkidul memiliki ciri khas yang bertolak belakang dari pantai yang berada di Gunungkidul.Dan Pantai Ngobaran seakan-akan menjadi obat rindu bagi anda yang mungkin bosan dengan view laut yang selalu sama.Namun di Pantai Ngobaran anda akan mendapat ketenangan yang tidak kalah powerfull.Padang rumput laut atau alga hijau di Pantai Ngobaran seakan mendamaikan suasana hati walaupun jika anda menatapnya sebentar.
Pasti anda akan menggelengkan kepala jika melihat lama,itulah eksotisme di Pantai Ngobaran
Gunungkidul.

Nah Traveller,,,,,
siapkah anda berkunjung ke Gunungkidul untuk menikmati eksotisme Pantai Ngobaran.,,,,?????


Saturday, January 10, 2015

Curug Cimahi wisata alam air terjun

Hay Treveller,,...?????

jika kalian bosan dengan keramaian,jenuh,dengan pekerjaan,setres,pengen menghilangkan semua itu ,neh ane ada info seputaran wisata alam.

Kalian pasti tahu kota bandung,yups, di Bandung ada wisata alam yang buat kalian berdecak kagum melihatnya,Curug Cimahi adalah salah satu wisata alam yang terkenal di kota bandung,kota bunga sekaligus kota gadis,

Wisata alam seperti Curug Cimahi juga bisa menjadi sebuah alternatif untuk penghilang kejenuhan. Curug Cimahi tersebut yang telah terletak di utara Kota Cimahi. Kita bisa menggunakan fasilitas kendaraan untuk menuju tempat wisata tersebut. Dan kalian bisa menyewa angkot atau kendaraan yang bisa kalian manfaatkan untuk kalian jadikan transportasi untuk menuju ke tempat wisata tersebut.
28 08 2014 9 27 31 Air Terjun Curug Cimahi
wisata alam air terjun curug cimahi 


Namun tetapi jangan salah, meskipun telah bernama Curug Cimahi, lokasi tersebut sendiri telah berada di Kecamatan Cisarua, Lembang yang di mana telah menjadi bagian dari daerah milik dari tetangga dekat Kota Cimah. Tempat wisata ini memiliki keindahan alam tersendiri, yang di mana di waktu sore hari kalian bisa menikmati keindahan alam yang sangat mengaggumkan.
Untuk bisa menuju ke dalam lokasi Air terjun Curug Cimahi tersebut, kalian harus melewati sebanyak 687 anak tangga untuk dapat mencapai tempat wisata tersebut. Dan jika sudah mencapai puncaknya kalian akan di manjakan dengan keindahan alam yang sangat memukai dan ini akan menjadi liburan yang sangat menghibur.
Objek wisata air terjun Curug Cimahi tersebut sangat cocok untuk di jadikan tempat liburan yang cukup menghibur. Karena keindahan alam nya yang sangat membuat kita tenang dan serta memuat ikiran kita kembali fresh.
Jadi untuk bisa mendapatkan tempat liburan atau tempat wisata yang mengasyikan dan serta murah, kalian bisa berkunjung ke tempat wisata yang satu ini. Karena di tempat wisata ini kalian akan bisa menikmati pemandangan alam yang sangat menghibur.

Tak perlu keluar ongkos banyak untuk berlibur kesana traveller,,,

Sejarah Manusia Perahu Kampung Vietnam

Hay Travelers,,,

Bagi anda yang suka Traveling di tempat prasejarah ,disini lah tempat yang cocok buat di kunjungi.Selain tempatnya yang penuh dengan cerita tragis,pilu,kesedihan,kesengsaraan juga peninggalan sejarah yang masih kokoh berdiri anda juga bisa menikmati keindahan alam di sekitar tempat ini.

Kampung Vietnam(Camp Vietnam)  Terletak di Pulau Galang pulau paling selatan dari Pulau Batam, Camp Vietnam dulunya adalah suatu area tidak berpenghuni yang merupakan tempat pengungsi Vietnam yang dikenal dengan sebutan Manusia Perahu untuk mencari perlindungan atau suaka pasca terjadinya konflik internal antara Vietnam Utara dan Vietnam Selatan sekitar tahun 1979.  Dalam area seluas sekitar 80 hektar ini tersebar benda-benda dan bangunan-bangunan yang akan memberikan gambaran kehidupan para pengungsi dengan sejarah yang pilu ini.


Di masa perang saudara di Vietnam tahun 1979, ratusan ribu penduduk Vietnam Selatan mengungsi dari negaranya demi alasan keamanan. Mereka mengungsi dengan menggunakan perahu-perahu kayu sederhana yang kondisinya memprihatinkan karena dalam satu perahu bisa ditempati 40-100 orang.Mulai dari yang usia lanjut,wanita,laki-laki,anak kecil bahkan ada wanita hamil. Berbulan-bulan para ‘Manusia Perahu’ ini terombang-ambing mengarungi perairan Laut Cina Selatan sejauh ribuan kilometer tanpa tujuan yang jelas dengan harapan mendapat perlindungan deari negara lain.Dengan bermodalkan perahu juga sedikit makanan mereka coba melarikan diri dari konflik dengan tujuan penuh harap mencari tempat berlindung.Banyak cerita memilukan pada saat di atas kapal,sungguh memprihatinkan dengan kondisi berdesakan. Sebagian dari mereka ada yang meninggal di tengah lautan dan sebagian lagi berhasil mencapai daratan, termasuk wilayah Indonesia.

Namun banyak dari mereka yang menderita luka ringan maupun sangat berat.Ini terjadi karena desakan dari para pengungsi juga lamanya terombang-ambing,tertindih didalam kapal.Sangat memilukan,karena mereka berharap akan lepas dari penderitaan konflik sodara malah sesama pengungsi menjadi korban dari pengungsi lain.

Pengungsi pertama yang yang mendarat di Indonesia adalah di Kepulauan Natuna bagian utara pada tanggal 22 Mei 1975, sebanyak 75 orang. Pengungsi yang jumlahnya masih sedikit ini awalnya ditampung oleh masyarakat setempat, hingga akhirnya perahu-perahu pengungsi lain juga berdatangan, termasuk di Kepulauan Anambas dan Pulau Bintan. Gelombang pengungsi ini menarik perhatian Komisi Tinggi Urusan Pengungsi PBB (UNHCR) dan Pemerintah Indonesia. Setelah mengevaluasi beberapa pulau di sekitar Pulau Bintan, berdasarkan alasan kemudahan menyalurkan pengungsi ke negara ketiga, area yang cukup luas untuk menampung 10.000 pengungsi, kemudahan isoler, serta kemudahan akses, akhirnya diputuskanlah Pulau Galang, tepatnya di Desa Sijantung, Kepulauan Riau sebagai tempat penampungan sementara bagi para pengungsi.

Di Pulau Galang para pengungsi Vietnam meneruskan hidupnya hingga tahun 1995, sampai akhirnya mereka mendapat suaka di negara-negara maju yang mau menerima mereka ataupun dipulangkan ke Vietnam. Para pengungsi tersebut hidup terisolasi di dalam area seluas 80 hektar dan tertutup interaksinya dengan penduduk setempat. Hal ini dilakukan untuk mempermudah pengawasan, pengaturan, penjagaan keamanan, sekaligus untuk menghindari penyebaran penyakit kelamin Vietnam Rose yang dibawa para pengungsi.





Untuk mencapai Camp Vietnam, bisa ditempuh dalam waktu sekitar 60 menit menggunakan kendaraan bermotor dari pusat kota Batam menuju Pulau Galang dengan melalui Jembatan Barelang. Jembatan Barelang yang namanya merupakan singkatan dari Batam, Rempang, dan Galang ini terdiri dari 6 jembatan yang menghubungkan pulau-pulau kecil. Kalian pasti tidak akan bosan selam di perjalanan karena

diiringi pemandangan lautan biru yang indah juga pulau-pulau kecil di tiap kali berada di atas jembatan.Anda juga bisa menikmati perkebunan buah naga yang terhampar sangat luas. hingga akhirnya tiba di Pulau Galang.

Dari jalanan utama Pulau Galang, di sebelah kiri akan terlihat gapura berbentuk perahu bercat merah dan putih sebagai gerbang masuk Camp Vietnam. Hati-hati terlewat karena letaknya kurang mencolok. Dengan membayar di loket masuk sebesar Rp. 5000/mobil dan Rp. 3000/orang, perjalanan napak tilas bersejarah ini pun dimulai.

Jalanan sepi berkelok-kelok membelah rimbunnya pepohonan di kanan-kiri yang juga dihuni monyet-monyet. Silih berganti bangunan-bangunan bersejarah akan kita lewati. Salah satunya yang terdekat dari gerbang masuk adalah Humanity Statue. Monumen kemanusiaan ini berbentuk patung perempuan dalam keadaan terkulai. Monumen ini didirikan untuk mengenang tragedi kemanusiaan Tinh Han Loai, seorang wanita yang bunuh diri karena malu setelah diperkosa oleh sesama pengungsi. Pemerkosaan bukanlah satu-satunya tindakan kriminal yang dilakukan oleh para pengungsi. Beberapa dari mereka juga mencuri, bahkan membunuh. Oleh karena itu sebuah penjara juga dibangun di tempat ini yang digunakan untuk menahan para pengungsi yang melakukan tindakan kriminal dan yang mencoba melarikan diri.  


Tidak jauh dari Humanity Statue, terdapat pemakaman Nghia-Trang Galang. Sekitar 503 pengungsi dimakamkan di sini. Kebanyakan dari mereka meninggal akibat penyakit yang diderita selama berlayar berbulan-bulan di laut lepas. Pemakaman itulah yang membuat para kerabat yang telah kembali ke Vietnam atau yang telah mendapat suaka di negara lain untuk bermukim masih kerap datang ke Pulau Galang untuk berziarah.





Selepas pamakaman Nghia-Trang Galang, kita akan menemui Monumen Perahu. Perahu-perahu ini adalah sebagian perahu asli yang benar-benar digunakan para pengungsi untuk mengarungi Laut Cina Selatan. Dan dalam perahu yang kecil ini, dipaksakan untuk memuat 40-100 orang selama berbulan-bulan. Tak terbayangkan bagaimana para ‘Manusia Perahu’ ini bisa bertahan untuk hidup. Perahu-perahu ini pernah dengan sengaja ditenggelamkan, bahkan sebagian perahu dibakar oleh para pengungsi sebagai bentuk protes atas kebijakan UNHCR dan Pemerintah Indonesia yang ingin memulangkan sekitar lima ribu pengungsi. Lima ribu pengungsi ini dipulangkan karena mereka tidak lolos tes untuk mendapatkan kewarganegaraan baru. Sepeninggal para pengungsi ini tahun 1995, Pemerintah Otorita Batam mengangkat perahu-perahu yang ditenggelamkan ke daratan, diperbaiki, dan  dipamerkan ke publik sebagai benda bernilai sejarah.




            Salah satu perahu yang di gunakan pengungsi Vietnam

Museum juga tersedia di lokasi wisata sejarah ini. Di dalam museum terdapat banyak foto para pengungsi, foto keluarga, foto kegiatan para pengungsi, serta benda-benda rumah tangga yang dapat menggambarkan situasi kehidupan di Camp Vietnam. Selain museum juga terdapat bekas bangunan rumah sakit yang masih menyimpan kotak-kotak dan botol-botol obat yang dibiarkan terbengkalai begitu saja, bangkai-bangkai kendaraan roda empat yang sudah berkarat dan ditumbuhi tanaman rambat, serta bangunan-bangunan sekolah bahasa yang hanya terlihat sebagian karena mayoritas dindingnya sudah tertutup tanaman rimbun hingga atap. Sekolah bahasa ini dulunya digunakan Badan Penanganan Pengungsi PBB, UNHCR, untuk meningkatkan keterampilan bahasa para pengungsi. Sebelum mendapat suaka di negara ketiga, para pengungsi diwajibkan memiliki keterampilan khusus dan menguasai bahasa asing, di antaranya bahasa Inggris dan Perancis.  

Tempat-tempat ibadah juga tersedia di dalam area pengungsian ini. Terdapat vihara, mushala, gereja Kristen, serta gereja Katolik. Semua bangunan tersebut masih orisinil. Hanya vihara yang baru saja diperbaiki dan dicat ulang sehingga terlihat mencolok di antara bangunan-bangunan tua lainnya. Keadaan ini berbanding terbalik dengan gereja Kristen yang hampir tidak terlihat dari jalanan karena yang tersisa hanya tinggal puing yang tersembunyi di balik pepohonan. Sedangkan bangunan mushola dan gereja Katolik masih berdiri tegak. Namun yang paling menarik adalah Gereja Katolik  Nha Tho Duc Me Vo Nhiem karena ukurannya yang lumayan tinggi menjulang.

Untuk memasuki wilayah Gereja Katolik Nha Tho Duc Me Vo Nhiem ini kita harus melalui jembatan kayu yang keadaannya sudah memprihatinkan terlihat lapuk namun ternyata masih bisa dilewati pejalan kaki dengan aman. Bagi yang membawa kendaraan roda empat atau roda dua, bisa melewati jembatan jembatan baru yang terbuat dari semen di samping gereja. Gereja ini setiap harinya dijaga oleh seorang Bapak Petugas yang ramah. Menurut pengakuan beliau, bangunan gereja ini termasuk interiornya masih asli. Hanya sebagian dinding yang pernah dicat ulang serta atap yang pernah diganti.


Di bagian samping gereja ini juga terdapat patung-patung, di antaranya patung Bunda Maria yang menginjak bola dunia di dalam sebuah perahu. Di kanan-kirinya terdapat dua patung singa putih yang di punggungnya terdapat tulisan dalam bahasa Vietnam dan Inggris. Tulisan berbahasa Inggrisnya berbunyi sebagai berikut: “O Mary, we are all deeply grateful for your protecting presence on our way to freedom. We always entrust our lives to you. Your care for us will be highly appreciated in our heart forever.” Kalimat rasa syukur yang sangat dalam maknanya bagi para pengungsi yang berhasil dengan pantang menyerah berusaha menemukan harapan baru demi kehidupan yang lebih baik.

Begitulah kira-kira gambaran Camp Vietnam di Pulau Galang, Batam. Tempatnya yang sunyi, pepohonan rimbun, dan bangunan-bangunan terbengkalainya akan membuat siapapun yang berkunjung ke sana terhanyut membayangkan pilunya sejarah tempat ini.Konon mansyarakat sekitar pernah juga melihat ataupun mendengar langsung sosok makhluk astral dari pengungsi itu waktu malam hari.Banyak yang bilang juga tempat ini sangat angker ,karena arwah yang penasaran akibat tragedi-tragedi memilukan selama di atas kapal juga saat mereka tinggal di camp tersebut.

Nah Travelers,,,
Siapkah adrenalin anda tertantang dengan berwisata malam di Camp Vietnam,,,,????

Kepulauan Raja Ampat

Kepulauan Raja Ampat merupakan rangkaian empat gugusan pulau yang berdekatan dan berlokasi di barat bagian kepala burung (Vogelkoop) Pulau Papua. Secara administrasi, gugusan ini berada di bawah Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Kepulauan ini sekarang menjadi tujuan para penyelam yang tertarik akan keindahan pemandangan bawah lautnya. Empat gugusan pulau yang menjadi anggotanya dinamakan menurut empat pulau terbesarnya, yaitu Pulau WaigeoPulau Misool, , Pulau Salawati, dan Pulau Batanta.










Berkas:Raja Ampat Islands - journal.pbio.1001457.g001.png



Kepulauan Raja Ampat merupakan tempat yang sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai objek wisata, terutama wisata penyelaman. Perairan Kepulauan Raja Ampat menurut berbagai sumber, merupakan salah satu dari 10 perairan terbaik untuk diving site di seluruh dunia. Bahkan, mungkin juga diakui sebagai nomor satu untuk kelengkapan flora dan fauna bawah air pada saat ini.
Dr John Veron, ahli karang berpengalaman dari Australia, misalnya, dalam sebuah situs ia mengungkapkan, Kepulauan Raja Ampat yang terletak di ujung paling barat Pulau Papua, sekitar 50 mil sebelah barat laut Sorong, mempunyai kawasan karang terbaik di Indonesia. Sekitar 450 jenis karang sempat diidentifikasi selama dua pekan penelitian di daerah itu.
Tim ahli dari Conservation Internasional, The Nature Conservancy, dan Lembaga Oseanografi Nasional (LON) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pernah melakukan penilaian cepat pada 2001 dan 2002. Hasilnya, mereka mencatat di perairan ini terdapat lebih dari 540 jenis karang keras (75% dari total jenis di dunia), lebih dari 1.000 jenis ikan karang, 700 jenis Moluska, dan catatan tertinggi bagi gonodactyloid stomatopod crustaceans. Ini menjadikan 75% spesies karang dunia berada di Raja Ampat. Tak satupun tempat dengan luas area yang sama memiliki jumlah spesies karang sebanyak ini.
Ada beberapa kawasan Terumbu karang yang masih sangat baik kondisinya dengan persentase penutupan karang hidup hingga 90%, yaitu di selat Dampier (selat antara Pulau Waigeo dan Pulau Batanta), Kepulauan Kofiau, Kepualauan Misool Tenggara dan Kepulauan Wayag. Tipe dari terumbu karang di Raja Ampat umumnya adalah terumbu karang tepi dengan kontur landai hingga curam. Tetapi ditemukan juga tipe atol dan tipe gosong atau taka. Di beberapa tempat seperti di kampung Saondarek, ketika pasang surut terendah, bisa disaksikan hamparan terumbu karang tanpa menyelam dan dengan adaptasinya sendiri, karang tersebut tetap bisa hidup walaupun berada di udara terbuka dan terkena sinar matahari langsung.
Spesies yang unik yang bisa dijumpai pada saat menyelam adalah beberapa jenis Kuda Laut katai, Wobbegong, dan ikan Pari Manta. Juga ada ikan endemik raja ampat, yaitu Eviota raja, yaitu sejenis ikan gobbie. Di Manta point yg terletak di Arborek selat Dampier, Anda bisa menyelam dengan ditemani beberapa ekor Pari Manta yang jinak seperti ketika Anda menyelam di Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur. Jika menyelam di Cape Kri atau Chicken Reef, Anda bisa dikelilingi oleh ribuan ikan. Kadang kumpulan ikan tuna, giant trevallies dan snappers. Tapi yang menegangkan jika kita dikelilingi oleh kumpulan ikan barakuda, walaupun sebenarnya itu relatif tidak berbahaya (yang berbahaya jika kita ketemu barakuda soliter atau sendirian). Hiu karang juga sering terlihat, dan kalau beruntung Anda juga bisa melihat penyu sedang diam memakan sponge atau berenang di sekitar anda. Di beberapa tempat seperti di Salawati, Batanta dan Waigeo juga terlihat Dugong atau ikan duyung.
Karena daerahnya yang banyak pulau dan selat sempit, maka sebagian besar tempat penyelaman pada waktu tertentu memiliki arus yang kencang. Hal ini memungkinkan juga untuk melakukan drift dive, menyelam sambil mengikuti arus yang kencang dengan air yang sangat jernih sambil menerobos kumpulan ikan.

 Mengunjungi kepulauan ini tidaklah terlalu sulit walau memang memakan waktu dan biaya cukup besar. Kita dapat menggunakan maskapai penerbangan dari Jakarta atau Bali ke Sorong via Makassar atau Ambon dan Manado selama kurang lebih 6 jam penerbangan. Dari Sorong, kota yang cukup besar dengan fasilitas lumayan lengkap. Untuk menjelajahi Raja Ampat pilihannya ada dua, ikut tur dengan perahu pinisi atau tinggal di resort Raja Ampat Dive Lodge. Sekalipun kebanyakan wisatawan yang datang ke Raja Ampat saat ini adalah para penyelam, sebenarnya lokasi ini menarik juga bagi turis non penyelam karena juga memiliki pantai-pantai berpasir putih yang sangat indah, gugusan pulau-pulau karst nan mempesona dan flora-fauna unik endemik seperti cendrawasih merah, cendrawasih Wilson, maleo waigeo, beraneka burung kakatua dan nuri, kuskus waigeo, serta beragam jenis anggrek.

selamat berlibur traveller,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Indahnya Teluk Hijau Banyuwangi

Green Bay atau Teluk Hijau mungkin tak sepopuler Rajegwesi dengan bantengnya, atau Sukamade dengan penyunya. Tetapi pasir putih nan lembut, air terjun setinggi 8 meter dan pemandangan karang yang indah seolah menjadi daya tarik tersendiri bagi teluk ini. Sesuai dengan namanya, teluk ini berwarna hijau jika dilihat dari jauh. Ini berbeda dengan kebanyakan teluk atau laut yang biasanya berwarna biru. Kenapa bisa begitu? Apa mungkin karena ada banyak ganggang hijau? Entahlah….Yang jelas warna hijaunya sangat indah.,


Lokasi Teluk Hijau
Teluk Hijau terletak di kabupaten Banyuwangi bagian selatan, berada di kecamatan Pesanggaran tepatnya di antara pantai Rajegwesi dan pantai Sukamade.


Green Bay (Teluk Hijau)

Rajegwesi sendiri adalah pintu Taman Nasional Meru Betiri.  Jadi kalau mau menuju ke Teluk Hijau, ikuti saja penunjuk jalan menuju Sukamade atau Rajegwesi. Teluk hijau . Jarak teluk hijau dan Rajegwesi kira-kira 2 km. Pemandangan yang indah dan alami dapat dilihat sepanjang mata memandang. Udara segar dari pantai yang dipadu dengan udara dari hutan hujan tropis Taman Nasional Meru Betiri sangat mengesankan. Pemandangan dari atas bukit di samping teluk sungguh mengagumkan.

Estimasi waktu yang dibutuhkan dari Genteng-Jajag-Rajegwesi sekitar 3 jam (menggunakan sepeda motor). Sampai di Rajegwesi anda akan berjumpa dengan pertigaan: yang ke kiri menuju pantai Rajegwesi dan yang ke kanan menuju Teluk Hijau dan Sukamade. Letak Teluk Hijau tak terlalu jauh dari pemukiman penduduk yang paling akhir di daerah Rajegwesi. Oleh karena itu, jika anda membawa kendaran lebih baik jika kendaraan itu dititipkan ke penduduk. Lalu, perjalanan menuju Teluk Hijau dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai Teluk Hijau adalah sekitar 30 menit di jalan utama dan 30 menit di jalan setapak.
Jangan sampai terjebak dengan pantai yang penuh dengan batu (yang mirip batu sungai), karena bukan itu yang disebut dengan Teluk Hijau. Tetapi teruslah berjalan di tepi pantai hingga melewati sedikit semak atau perdu. Di balik semak itulah Teluk Hijau berada.
Yang perlu diperhatikan jika camping di Teluk Hijau ini adalah kondisi pasang surut air laut. Karena jika kondisi air pasang maka ombak bisa menjamah seluruh permukaan pantai. Oleh karena itu, tenda sebaiknya didirikan di daerah semak/perdu agar aman dari jangkauan ombak ketika air laut pasang. Jadi, jangan membangun tenda di tepi pantai.

 Teluk Hijau, warga sekitar menyebutnya Teluk Ijo, dikelilingi hutan alami. Sesekali, kita bakal mendengar suara burung di antara pepohonan, suara ombak membuncah di batu karang teluk, dan hembusan angin yang sesekali lewat menderu.

Banyuwangi memiliki banyak keindahan alam yang berpotensi sebagai obyek wisata. Salah satu kawasan wisata yang memiliki banyak potensi sebagai obyek wisata di Kabupaten Banyuwangi adalah kawasan Teluk Hijau. Kawasan ini memiliki kekayaan dan keindahan alam yang dapat dikembangkan menjadi suatu obyek wisata. Tenangnya kawasan hutan yang masih alami, kicaunya suara burung diantara pepohonan, batu – batu karang yang berdiri kokoh di sekitar laut yang menggelora dan deburnya suara ombak yang tiada hentinya akan membuat segala kegiatan wisata yang dilakukan menjadi lebih menyenangkan.

Dalam usaha untuk mengembangkan kawasan ini menjadi obyek wisata, diperlukan keterlibatan semua pihak yang berhubungan dengan pengembangan kawasan ini. Keterlibatan Pemerintah Daerah setempat dalam melakukan keja sama dengan pihak Perhutani Kabupaten Banyuwangi serta pihak swasta dalam mengusahakan pengadaan dan pembangunan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, ditambah dengan dukungan masyarakat setempat dalam upaya pengembangannya akan membuat kawasan ini menjadi suatu obyek wisata yang menyenangkan.

Dukungan dari masyarakat setempat misalnya dengan menerima kedatangan para wisatawan dengan ramah dan mendukung dalam hal pengadaan sarana pariwisata dengan menyewakan perahu untuk penyeberangan ke pantai Teluk
Hijau  .

Usaha pengembangan tersebut akan berhasil dengan baik apabila semua pihak yang terkait ikut terlibat di dalamnya dan mengusahakan agar kegiatan dan usaha yang dilakukan tetap mengacu pada pedoman atau kebijakan yang sudah ditetapkan. Pihak terkait yang dimaksud adalah Pemerintah Daerah, Perhutani Kabupaten Banyuwangi dan masyarakat setempat.

Keberadaan kawasan wisata Teluk Hijau akan menjadi suatu obyek wisata yang menarik dan menyenangkan dengan segala potensi dan kesiapannya di masa yang akan datang dalam menunjang pengembangan kepariwisataan Indonesia.

ada 2 cara menuju teluk ijo dari tempat pintu masuk, diantaranya :
1. Lewat Darat
Anda harus mendaki bukit kecil dan menuruni bukit terjal lewat jalan setapak kira-kira 1-1,5 jam. Namun yang perlu diingat bahwa Teluk Hijau bukan pantai yang anda lihat ketika selesai menuruni bukit. Justru anda harus terus dan dibalik pantai itulah Teluk Hijau.

2. Lewat Laut
Ini cara paling mudah. Anda sewa perahu dari pantai Rajekwesi langsung menuju Teluk Hijau. Kalau tidak salah sekitar 200.000-an untuk PP. Teluk Hijau akan ditempuh dalam 45 menit one way nya. Tapi anda harus cukup punya “nyali” krn dg perahu kecil tersebut dan melalui ombak Laut Kidul. Namun anda akan mendapatkan moment yg baik selama trip dengan perahu tersebut.