Thursday, January 29, 2015

Pesona Taman Bawah Laut Rubiah Di Sumatera


Pulau Rubiah adalah bagian dari Kota Sabang, tepatnya berada di sebelah barat laut Pulau Weh. Pulau ini hanya berjarak sekitar 250 meter dari Pantai Iboih Aceh. Pada masa kejayaan Kerajaan Aceh, Pulau Rubiah merupakan tempat transit bagi calon jamaah haji, dan pada masa perang dunia pulau ini merupakan benteng pertahanan yang sampai sekarang masih terlihat puing-puing benteng tersebut. Namun sekarang ini, seiring perkembangan dunia wisata, Pulau Rubiah dijadikan tujuan wisata bagi para penyelam.

Pulau Rubiah dengan taman lautnya menawarkan pesona keindahan alam bawah laut yang dapat memukau bagi siapa saja yang mengunjunginya. Anda akan menemui berbagai macam spesies ikan tropis seperti angel fish, gigantic clams, school of parrot fish, lion fish dan sebagainya. Terdapat juga berbagai jenis terumbu karang. Untuk bisa menikmati keindahan alamnya, Anda tidak harus memiliki lisensi menyelam. Karena di pulau ini, terdapat banyak spot penyelaman yang aman digunakan untuk aktivitas menyelam bagi pemula atau penyelam yang belum memiliki lisensi.



Selain sebagai tujuan wisata, Pulau Rubiah merupakan tempat penelitian biota laut. Terdapat 15 jenis biota laut yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia. Setelah lelah melakukan kegiatan menyelam atau snorkeling, Anda dapat memanjakan perut Anda di warung makan satu-satunya yang terdapat di pulau ini. Untuk masalah fasilitas dan akomodasi, Pulau Rubiah memang masih sangat minim, karena pulau ini masih belum berpenghuni.

Untuk menuju Pulau Rubiah, Anda dapat melalui rute dari Banda Aceh Menuju Pulau Weh dengan menggunakan kapal ferry atau kapal cepat. Waktu yang ditempuh jika menggunakan kapal ferry sekitar 90 menit, untuk kapal cepat hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit. Sesampainya di Pulau Weh, Anda dapat melanjutkan perjalanan untuk menuju ke Pulau Rubiah dengan menggunakan perahu motor yang membutuhkan waktu sekitar 20 menit.

 

Meskipun merupakan tujuan wisata terkenal, namun Taman Laut Rubiah masih sangat minim untuk masalah fasilitas dan akomodasi. Hanya terdapat satu warung makan, tempat persewaan perlengkapan menyelam dan snorkeling dan tempat persewaan perahu yang dapat digunakan untuk kegiatan menyelam atau snorkeling.

Keindahan Alam Pulau Berhala Yang Eksotis

Pulau Berhala adalah sebuah pulau di Jambi, Indonesia. Pulau ini merupakan pulau terluar Indonesia di Selat Malaka, Pulau yang kaya akan hutan akar bahar ini menyimpan berbagai jenis terumbu karang (Intertidal Coral Reef dan Karang Tengah) dalam radius 200 M dari bibir pantai yang tidak kurang dari 22 spesies dan jenis ikan karang dapat terlihat dari 11 spesies, bila anda menyelam kesana. Luasnya adalah 2,5 km².

Pulau Berhala

Pulau Berhala memiliki topografi bergunung dengan hutan lebat dan pantai yang putih bersih. Pada awal dan akhir tahun, pantai Pulau Berhala menjadi tempat persinggahan penyu untuk bertelur. Pulau yang kaya akan hutan akar bahar ini menyimpan berbagai jenis terumbu karang (Intertidal Coral Reef dan Karang Tengah) dalam radius 200 M dari bibir pantai yang tidak kurang dari 22 spesies dan jenis ikan karang dapat terlihat dari 11 spesies, bila anda menyelam kesana.

Nama Pulau Berhala ini diambil dari nama raja Jambi dahulu yaitu Datuk Paduko Berhala yang makamnya terdapat di pulau itu.
Pulau Berhala cukup unik di lihat dari namanya saja sudah memberi kesan tersendiri. Luas pulau berkisar 2,5 Hektar. Kondisi pulau sangat alami dan belum memiliki penduduk. Saat ini pulau di jaga oleh Tentara Nasional Indonesia Angakatan Laut
Saat ini sudah terdapat fasilitas berupa resort, pemancingan, wahana untuk permainan laut maupun Hotel untuk para wisatawan yang berkunjung ke sana.

Batuan Berhala

 
Selain Pulau Berhala di Sumatra Utara, ada lagi empat pulau dengan nama yang sama. Satu di Indonesia, sedangkan tiga lainnya di Malaysia. Pulau kedua yang berada di Indonesia terletak di Selat Berhala, dekat Kepulauan Riau. Di sekelilingnya, terdapat tiga pulau kecil dengan luas sekitar 0,25 hingga 0,5 hektare. Pulau ini diperebutkan provinsi Jambi dan Riau.
Tiga pulau lainnya milik Malaysia masing-masing terletak di dekat Sandakan, sebelah utara Kalimantan, di dekat Johor, dan di Perak (bernama Batuan Berhala).

Menikmati Eksotisnya Pulau Samalona

Nusantara mempunyai beribu-ribu pulau yang indah. Pulau-pulau tersebut berderet dari Sabang hingga Merauke dalam kesatuan negara Republik Indonesia. Salah satu pulau terindah yang dimiliki Indonesia adalah Pulau Samalona. Pulau tersebut berada dalam wilayah Indonesia timur, tepatnya di kawasan administrasi pemerintahan Kota Makassar, Sulawesi Selatan.







Untuk menuju Pulau Samalona, pengunjung harus menempuh jarak sekitar 2 km dengan menggunakan perahu motor. Jasa sewa perahu motor bisa ditemukan di dermaga Kota Makassar yang letaknya tidak jauh dari Pantai Losari. Lalu lintas di dermaga tersebut selalu sibuk. Pasalnya, dermaga ini tidak hanya melayani wisatawan yang ingin berkunjung ke pulau, tapi juga melayani lalu-lintas warga dan para pedagang.

Harga sewa perahu motor bervariasi, tergantung tujuan dan sifat penyewaan. Terdapat dua sifat penyewaan perahu motor, yakni bersifat pribadi atau umum. Yang dimaksud pribadi di sini perahu motor disewa secara penuh dan akan menemani wisatawan sampai kunjungan selesai. Harga sewa perahu secara pribadi menuju Pulau Samalona berkisar Rp500.000 – akan lebih murah jika pengunjung pandai menawar harga. Sedangkan jika bersifat umum, wisatawan akan bergabung dengan penumpang lain yang satu tujuan dan kembali sesuai dengan jam yang sudah ditentukan. Tentu dengan harga sewa yang berbeda.

Dari dermaga Kota Makassar, perjalanan menuju Pulau Samalona dengan menggunakan perahu motor memerlukan waktu sekitar 30 menit. Ketika tiba di Pulau Samalona, pengunjung akan disambut hamparan pasir putih dan air laut yang jernih. Saking jernihnya, pengunjung dapat melihat indahnya terumbu karang langsung dari atas perahu.






Luas Pulau Samalona semakin menyusut dari tahun ke tahun. Di penghujung 2012, luas pulau ini hanya sekitar 2 hektare. Walau kecil, pulau ini dilengkapi berbagai fasilitas penunjang wisata, seperti penginapan, kamar bilas, dan kedai. Jika pengunjung ingin melihat keindahan bawah laut, juga tersedia jasa sewa alat-alat diving dan snorkeling lengkap dengan pemandu jika diinginkan. Harga sewa alat-alat snorkeling Rp50.000-Rp100.000, tergantung kepandaian pengunjung dalam menawar harga.

Pamandangan bawah laut Pulau Samalona terkenal hingga penjuru dunia. Tidak heran jika setiap hari selalu ada wisatawan baik lokal maupun asing yang menyempatkan diri untuk datang ke pulau ini. Jika bosan bermain air, silakan merapat ke kedai. Di kedai ini, tersedia olahan masakan khas daerah pesisir, seperti ikan dan kepiting bakar.

Pulau Samalona merupakan kekayaan milik nusantara yang harus dijaga dan dilestarikan. Jangan sampai promosi wisata yang sedang digencarkan justru semakin merusak kealamian pulau ini. Apalagi banyak yang percaya bahwa Pulau Samalona yang luasnya selalu menyusut dari tahun ke tahun ini diyakini akan tenggelam di tahun 2020.

Pantai Klayar Pacitan Wisata Alam Yang Sesungguhnya

Pantai Klayar berada di Kecamatan Donorojo, sekitar 35 km ke arah barat Kota Pacitan, dan dapat dicapai sekitar 60 menit dari kota pacitan

 

Klayar adalah pantai eksotik dengan hamparan pasir putih, batu karang yang menyerupai Sphinx, karang bolong, seruling laut dan air mancur alami setinggi 10 meter.
Perjalanan menuju ke pantai Klayar adalah sebuah tantangan bagi mereka yang suka akan kegiatan luar ruangan, karena jalan yang harus diakses terbilang sempit dan rusak di beberapa bagian.


Seruling Laut

Pantai klayar memiliki ciri khas yang mungkin tidak dimiliki oleh pantai-pantai di Pacitan lainnya. Seruling laut adalah keunggulan dari pantai ini.


Kenapa disebut seruling laut? itu karena deburan ombak yang yang menghempas celah-celah batu karang yang melambai dan berbunyi seperti seruling. Pantai ini juga memiliki pasir putih dan air berwarna biru yang menunjukkan dalam dan segarnya pemandangan di pantai ini. Disamping itu juga terdapat air mancur alam. Air mancur ini terjadi karena gelombang tekanan udara di laut yang menghantam batu batuan berongga. ketinggian air mancur yang dapat mencapai sekitar 10 meter dan bisa menghasilkan gerimis dan embun air laut yang oleh masyarakat sekitar diyakini memiliki kualitas khusus sebagai obat awet muda.

Selain Pantai Klayar terkenal dengan keeolak pantainya ,juga seruling laut yang begitu indah,Anda juga bisa melihat indahnya sunset di pinggir pantai.Anda tak perlu khawati petang menjelang,karena di sana terdapat cottage yang terbilang cukup murah untuk disewa.Di malam hari suasananya tak kalah hebat dibandingkan pada waktu siangnya.

Sunset Di Pantai Klayar


Walaupun akses jalan menuju pantai ini masih sulit dan belum ada perbaikan yang maksimal tetapi para pengunjung tidak akan menyesal dan kecewa. Karena setelah perjalanan yang melelahkan para wisatawan akan mendapatkan suguhan alam yang membuat kita betah berlama-lama disana.

Ditambah lagi, terdapat kelokan tajam serta rute yang naik turun perbukitan dengan tanjakan dan turunan yang cukup ekstrim. Namun demikian, keindahan pemandangan bukit dan lembah hijau akan menemani sepanjang perjalanan menuju Pantai Klayar.

Pantai ini terbilang masih sangat sepi, dan hanya akan terlihat beberapa nelayan yang sedang melaut saat hari biasa. Hamparan pasir putih membentang dengan ombak sejernih kristal memecah di bibir pantai,dan diapit bukit-bukit karang di kanan dan kirinya.

Taman Rekreasi Waduk Gajah Mungkur Wonogiri

Aliran Sungai Bengawan Solo terbendung di sebuah waduk raksasa seluas 8800 ha. Begitu besar waduk ini sehingga tampak jelas dari beberapa wilayah di Kabupaten Wonogiri. Inilah Waduk Gajah Mungkur yang begitu ikonik, letaknya sekira 3 kilometer dari pusat Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Waduk Gajah Mungkur



Dari sisi lansekap, ini adalah waduk yang begitu menawan. Genangan air sangat cantik tatkala pemandangan bukit-bukit melatarinya. Di tepi waduk terdapat beberapa perahu kecil yang menambat, mengistrirahatkan nelayan yang puas mendapat banyak ikan nila dan patin dari perairan tersebut.

Di sisi utara waduk terdapat lapangan luas yang sering digunakan untuk area mendarat paralayang dan juga panggung pertunjukkan musik. Sekelilingnya merupakan jalanan dimana pedagang menjual beraneka macam makanan, souvenir, bahkan hewan peliharaan sekalipun.


 

Untuk memasuki Taman Rekreasi Waduk Gajah Mungkur, pengunjung dikenakan tarif Rp13 ribu per orang. Area parkir luas dan tempat wisata ini sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti toilet, musala dan lahan parkir yang luas.

Rasakan semilir angin di tengah danau dengan menaiki perahu kecil atau Anda bisa menyewa sepeda air berbentuk hewan, tarifnya Rp10 ribu per orang. Jika ingin kegiatan lebih menantang, disediakan juga arena ATV dengan tarif Rp10 ribu per 15 menit.


WaterBoom Waduk Gajah Mungkur


Anak-anak yang ingin berenang pun dapat mengunjungi Waterbom Gajah Mungkur dengan tarif Rp25 ribu per orang. Permainan lain juga banyak tersedia mulai dari roller coaster sederhana, ayunan hingga kereta. Anda yang hobi memancing bisa membawa alat pancing dan menghabiskan waktu di sini. Apabila ingin sekadar bersantai, Waduk Gajah Mungkur dikelilingi rumput pendek yang nyaman untuk tempat beristirahat.

Wednesday, January 28, 2015

Sejuknya Air Terjun Sendang Gila Di Pulau Lombok

Air Terjun Sendang Gila adalah salah satu obyek wisata yang terkenal di Pulau Lombok.Pulau yang orang bilang saudara kembarnya Pulau Dewata Bali,yah mungkin karena sama eloknya.
Air Terjun Sendang Gila berada di kaki gunung rinjani,tepatnya di desa senaru kecamatan bayan,lombok utara.Ada 2 jalur yang bisa digunakan untuk mencapai lokasi ini,yaitu melalui jalur senggigi atau jalur pusuk yang memerlukan waktu yang cukup lama.Namun semua itu akan terbayar dengan keindahan air terjun yang indah ini.Air terjun sendang gila ini muncul dari atas tebing dengan ketinggian sekitar 30 m dengan debit air yang cukup besar.Dibawahnya terdapat sungai-sungai kecil sehingga pengunjung dapat berenang atau sekedar mandi di tengah sejuknya pegunungan yang masih segar.

Air Terjun Sendang Gila

Jika melewati jalur pusuk sepanjang jalan anda akan di suguhkan dengan pemandangan sawah dan hijaunya gunung-gunung.Namun anda juga akan melewati jalan berkelok dan menanjak hingga mencapi puncaknya pusuk.Di puncak pucuk(Pucuk Pass) terdapat daerah wisata yang sepanjang jalan anda bisa mendapati monyet-monyrt kecil berkeliaran.

Jika melewati jalur senggigi maka jarak tempuh akan semakin jauh dibandingkan dengan jalur pusuk.Namun suguhan pemandangan dijalur ini bukanlah pegunungan melainkan pantai.Ada beberapa pantai yang akan dilewati disana mulai dari pantai meninting,pantai batu bolong,pantai senggigi,kerandangan,malimbu,dan juga 3 pulau gili eksotis di barat pulau lombok yaitu gili menu,gili air,dan juga gili terawangan.

Tangga menuju air  terjun


Perjalanan untuk menuju gerbang air terjun sendang gila memerlukan waktu sekitar 2 jam,selanjutnya kita harus berjalan kaki melewati ratusan anak tangga yang menuruni bukit sekitar 15 menit untuk menuju air terjun sendang gila.Sedangkan air terjun tiu kelep berjarak 15 menit berjalan kaki.Konon katanya orang yang mandi di air terjun sendang gila ini bisa awet mudah.

Yah percaya ga percaya seh,,heheh

Setelah anda puas,anda bisa mampir di rumah makan senaru untuk mengisi perut.Disana anda akan bisa menikmati makanan namun tetap menyaksikan keindahan air terjun sendang gila dari kejauhan.

Tarif masuk di lokasi ini sebesar Rp.5000,00,-.Agar tidak tersasar ,anda juga bisa menggunakan jasa pemandu oleh warga setempat dengan tarif yang bisa ditawar sesuai kesepakatan.Selain itu anda akan diajak berpetualang dengan track berbeda.Membuat perjalanan wisata anda di air terjun sendang gila menjadi berkesan.













Kawah Ijen Yang Begitu Menawan

Fenomena Api Biru Di Kawah Ijen




Gunung Ijen atau lebih di kenal dengan Kawah Ijen, adalah salah satu gunung yang masih aktif sampai sekarang. Memiliki ketinggian 2.443 m dari atas permukaan laut, berdinding kaldera setinggi 300-500 m dan telah 4 kali meletus di tahun 1796, 1817, 1913 dan 1936.
Ijen merupakan satu komplek gunung berapi yang terdiri dari kawah gunung Ijen dan dataran tingginya. Kawasan ini terletak di tiga kabupaten yaitu Situbondo, Bondowoso dan Banyuwangi.

Di kawasan gunung berapi ini terdapat pertambangan belerang, dimana mengindikasikan gunung ini masih aktif dan beraktifitas. Saat berada di kawasan kawah Ijen, pengunjung bisa menyaksikan para penambang yang sibuk membawa tumpukan belerang di punggung mereka, menyusuri jalan yang curam dan dipenuhi oleh gas beracun yang berbahaya.

Kawah Ijen merupakan pusat danau kawah terbesar di dunia, yang bisa memproduksi 36 juta meter kubik belerang dan hidrogen klorida dengan luas sekitar 5.466 hektar.. Kawah yang berbahaya ini memiliki keindahan yang sangat luar biasa dengan danau belerang berwarna hijau toska dengan sentuhan dramatis dan elok. Danau Ijen memiliki derajat keasaman nol dan memiliki kedalaman 200 meter. Keasamannya yang sangat kuat dapat melarutkan pakaian dan jari manusia.




Bagi mereka yang suka akan petualangan, untuk mencapai Gunung Ijen bisa di akses dari dua arah yaitu, dari utara dan dari selatan. Dari utara, bisa di tempuh melalui Situbondo menuju Sempol (Bondowoso) lewat Wonosari dan dilajutkan ke Paltuding. Jaral Situbondo ke Paltuding sekitar 93 Km dan dapat ditemput sekitar 2,5 jam.
Dari arah selatan, bisa dilalui dari Banyuwangi menuju Licin yang berjarak 15 Km. Dari Licin menuju Paltuding berjarak 18 Km dan diteruskan menggunakan Jeep atau mobil berat lainnya sekitar 6 Km sebelum ke Paltuding. Ini dikarenakan jalan yang berkelok dan menanjak.

Nirwana Tropis Di Pulau Derawan






Sebuah nirwana tropis berada di salah satu pulau wilayah Provinsi Kalimantan Timur, tepatnya Kabupaten Berau dan di Selat Sulawesi, tak jauh dari perbatasan Malaysia. Pulau Derawan menjadi sebuah destinasi wisata bahari pilihan menawan buat Anda yang menyukai pantai dengan hamparan pasir putih lembut berkilat serta air jernih. Apalagi di tambah bonus menjumpai penyu-penyu jinak yang berenang-renang riang saat kita melakukan penyelaman.
Terkadang saat duduk di ujung jembatan kayu yang mengarah ke laut, kita dapat menyaksikan penyu-penyu hijau itu hilir mudik di permukaan air yang bening. Sesekali bahkan penyu-penyu tersebut nampak berkeliaran di sekitar cottage yang berada di pesisir pulau. Saat malam tiba, beberapa penyu naik ke darat dan bertelur di sana.
Paduan warna laut dan lumut yang memukau menghasilkan gradasi warna biru dan hijau, serta hutan kecil di tengahnya, membuat pulau ini menyajikan pemandangan alam begitu eksotis yang sayang untuk dilewatkan begitu saja. Yang tersisa, kenangan mendalam.

Jembatan Kayu



Kekayaan laut Pulau Derawan mempunyai lebih dari 50 jenis Arcropora (hewan laut) dalam satu terumbu karang. Tak salah kiranya jika Pulau Derawan terkenal sebagai urutan ketiga teratas di dunia sebagai tempat tujuan menyelam bertaraf internasional
Pulau ini memang relatif kurang begitu dikenal khususnya di dalam negeri karena untuk mencapainya butuh perjuangan tersendiri yang cukup berliku. Anda mesti menuju ke Balikpapan dulu dari Jakarta, Surabaya, Yogyakarta atau Denpasar, untuk menuju pulau ini. Kurang lebih dua jam waktu tempuh penerbangan dari Jakarta ke Balikpapan.
Dari Balikpapan, Anda masih harus terbang menuju Tanjung Redeb selama satu jam dengan menaiki pesawat kecil yang dilayani oleh KAL Star, Deraya atau DAS. Selain itu, Tanjung Redeb juga bisa dicapai melalui laut, dengan menaiki kapal dari Samarinda atau Tarakan ke Tanjung Redeb dilanjutkan dengan menyewa motorboat menuju pulau Derawan dengan lama perjalanan kurang lebih 2 jam.

Banyak wisatawan manca negara yang baru turun dari pesawat di bandara Kalimarau, Tanjung Redeb langsung berangkat ke Pulau Derawan dengan motorboat yang sudah ditambatkan di sebuah pelabuhan khusus.
Alternatif lain bisa juga melalui perjalanan darat dari Balikpapan ke Tanjung Batu lalu dari sana menyeberang ke Pulau Derawan. Hanya saja ini bukan pilihan yang bagus karena perjalanan penyeberangan itu sendiri memakan waktu hingga belasan jam dengan medan yang relatif tidak menyenangkan.
Meskipun begitu, tahukah Anda, justru banyak wisatawan asing yang sudah tahu lebih banyak soal keberadaan pulau eksotis ini. Sejumlah wisatawan Jepang dari Tokyo melalui travel yang ada di sana “tembak langsung” berangkat ke Singapura atau ke Sabah kemudian melanjutkan perjalanan ke Balikpapan, lalu ke Tanjung Redeb menggunakan pesawat kecil.
Mereka memanfaatkan waktu mereka selama di Derawan dengan menyelam, menyusuri keindahan bawah laut di pulau tersebut yang memang merupakan lokasi terbaik untuk olahraga selam. Apalagi dengan kondisi pulau yang terpencil dan “masih perawan” kian menambah pesona siapapun juga untuk menikmatinya selama mungkin.

Cottage Di Pulau Derawan


Tak usah jauh-jauh, hanya dalam jarak 50 meter dari bibir pantai, kita sudah dapat menyaksikan terumbu karang yang indah dan ikan-ikan beraneka warna hilir mudik. Airnya sangat bening. Anda pun bisa menyewa snorkel seharga Rp 30 ribu per hari. Bila ingin menyelam lebih dalam, kita dapat menemukan ikan-ikan yang lebih “eksotis” seperti kerapu, ikan merah, ikan kurisi, ikan barracuda, teripang, dan kerang. Pada batu karang di kedalaman sepuluh meter, terdapat karang yang dikenal sebagai “Blue Trigger Wall” karena pada karang dengan panjang 18 meter tersebut banyak terdapat ikan trigger (red-toothed trigger fishes).
Pulau Derawan menyediakan fasilitas-fasilitas tempat penginapan (cottage), penyewaan peralatan menyelam dan juga restoran. Ada pula penginapan-penginapan bertarif murah yang dikelola oleh warga sekitar. Kisaran harganya mulai dari Rp 45 ribu sampai Rp 100 ribu/malam.

Anda masih belum puas?

Anda dapat meninjau juga pulau lainnya yang berada di sekitar Derawan. Misalnya: Pulau Sangalaki, Maratua, dan Pulau Kakaban yang mempunyai keunikan tersendiri. Ikan Pari Biru (Manta Rays) yang memiliki lebar mencapai 3,5 meter berpopulasi di Pulau Sangalaki. Malah bisa pula ditemui—jika cukup beruntung—ikan pari hitam dengan lebar “bentang sayap” 6 meter . Sedangkan Pulau Kakaban mempunyai keunikan yaitu berupa danau prasejarah yang ada di tengah laut, satu-satunya di Asia.
 

Tuesday, January 27, 2015

Wisata Museum Makam Prasasti

Pintu Masuk Museum Prasasti


Dari banyak museum yang ada di Jakarta, Museum Taman Prasasti memiliki keunikannya sendiri. Di balik nuansa suram, sunyi dan teduh pepohonan yang tumbuh di dalamnya, museum ini menyimpan begitu banyak kisah kematian para tokoh penting dari berbagai periode sejarah yang berbeda. Memang, museum ini dikhususkan untuk menyimpan berbagai macam batu nisan dan prasasti yang memiliki nilai sejarah tinggi.

Diresmikan pada tahun 1977 oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, museum ini sebelumnya hanya sebuah makam bernama Kebon Jahe Kober. Karena itulah nuansa 'dark' begitu menyelimuti area seluas 1,2 hektar ini. Dark tourism sendiri merupakan salah satu konsep wisata alternatif yang menghadirkan obyek, atraksi serta pameran yang bernuansa kematian, duka, kesuraman dan penderitaan.


Makam Kebon Jahe Kober sendiri telah ada sejak masa kolonial Belanda, tepatnya tahun 1795. Ketika itu terjadi suatu wabah yang membuat banyak warga belanda di Batavia meninggal. Hal ini membuat kebutuhan lahan penguburan meningkat signifikan. Kebetulan saat itu kuburan warga Belanda di samping Gereja Baru (Nieuwe Hollandse Kerk, sekarang Museum Wayang) dianggap sudah terlalu padat.

Hal ini membuat pemerintah Batavia mengadakan lahan pemakaman baru di wilayah Selatan Batavia, yang posisinya agak jauh keluar kota dan jauh dari kepadatan penduduk kala itu. Karena itulah, makam yang sekarang beralamat di Jalan Tanah Abang no. 1 ini akhirnya diresmikan.



 

Salah satu area pemakaman


Dari segi tata kota, posisi Makam Kebon Jahe Kober amat strategis karena berada di tepi kali Krukut. Hal ini membuat lalu lintas pengangkutan jenazah beserta keluarga umumnya melalui kali Krukut.

Salah satu makam yang dianggap misterius adalah 'makam' Kapitan Jas. Tidak diketahui benar siapa sebenarnya yang pernah dimakamkan di balik batu nisan tersebut, namun ada kepercayaan bahwa makam ini dapat memberikan kesuburan, keselamatan dan kemakmuran bagi peziarahnya.

Makam Kapitan Jas
 Nah itulah sedikit penjelasan tentang Museum taman prasasti,siapkah adrenalin kalian tertantang untung mengunjungi museum tersebut.

Wisata Sejarah Di Benteng Fort Rotterdam

Hai Traveller,,
jumpa lagi dengan saya,kali ini saya akan mengajak anda untuk mengenal jejak sejarah di makassar,,
ikuti saya terus kawan,,

Benteng Fort Rotterdam atau biasa disebut Benteng Ujung Pandang adalah salah satu obyek wisata yang terkenal di Makassar.Selain terkenal dengan wisata kuliner sea food, Kota Makassar juga punya wisata-wisata yang sarat nilai sejarah. Salah satunya adalah Fort Rotterdam atau biasa dikenal juga dengan nama Benteng Ujung Pandang. Benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo ini terletak di sebelah barat Makassar, tepatnya di Jl. Ujung Pandang. Lokasinya sangat dekat sekali dengan pantai, hanya dipisahkan oleh jalan beraspal. Menurut catatan sejarah, benteng ini pertama kali didirikan pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9.



Benteng Fort Rotterdam
Fort Rotterdam tampak dari dalam


 Benteng Fort Rotterdam ini memiliki bentuk yang unik. Jika kita perhatikan di maket yang terdapat di dalam benteng, bentuknya menyerupai kura-kura. Terdapat empat bastion utama yang seolah-olah menjadi kaki untuk sang kura-kura. Sedangkan pintu masuk utamanya terdapat di bagian kepala. Karena bentuknya itu lah orang Makassar sering menamainya Benteng Panyyua. Pada masa kerajaan Gowa, benteng ini dijadikan markas Pasukan Katak.





Tembok di Fort Rotterdam
Salah Satu tembok Dalam Benteng


 Tiap bastion di benteng ini dihubungkan oleh tembok kokoh yang konstruksinya disusun menggunakan batu padas yang diambil dari daerah Maros. Di sepanjang tembok ini terdapat jalur menyerupai parit yang digunakan oleh pasukan penjaga benteng untuk berlindung dan berpindah antarbastion. Pengunjung bisa menaiki dan menyusuri tembok ini untuk merasakan sensasi menjadi prajurit penjaga benteng.

Meriam di Fort Rotterdam
Meriam Canon



 Di beberapa tempat di dalam benteng, kita dapat juga menjumpai beberapa benda peninggalan sejarah seperti meriam canon. Selain itu, di dalam benteng Fort Rotterdam juga terdapat museum La Galigo yang mempunyai berbagai macam referensi sejarah kebesaran Gowa-Tallo (Makassar) dan beberapa daerah lain di Sulawesi Selatan. Berada di dalam museum ini, kita seakan-akan sedang menyaksikan kehidupan rakyat Sulawesi Selatan di zaman dulu.

 Sayang sekali selain ke Museum La Galigo, kita tidak diizinkan untuk menengok ke dalam bangunan lain yang terdapat di dalam benteng Fort Rotterdam.Tapi tak usah khawatir kawan,kalian juga akan takjub melihat indahnya pantai di sepanjang benteng tersebut.

Siapkan diri anda untuk menikmati sensasi indahnya Benteng tersebut.
Pasti anda akan terpana melihatnya.









Monday, January 26, 2015

Pantai Wediombo Tempat Memancing Ikan Di Atas Karang

Sebuah imajinasi tentang pasir putih maha luas yang memungkinkan mata untuk leluasa meneropong ke berbagai sudut mungkin akan muncul bila mendengar pantai bernama Wediombo (wedi=pasir, ombo=lebar). Namun, sebenarnya pantai Wediombo tak mempunyai hamparan pasir yang luas itu. Bagian barat dan timur pantai diapit oleh bukit karang, membuat hamparan pasir pantai ini tak seluas Parangtritis, Glagah, atau mungkin Kuta.

Penduduk setempat memang mengungkapkan bahwa nama pantai ini yang diberikan oleh nenek moyang tak sesuai dengan keadaannya. Ada yang mengungkapkan, pantai ini lebih pantas menyandang nama Teluk Ombo, sebab keadaan pantai memang menyerupai teluk yang lebar. Terdapat batu karang yang mengapit, air lautnya menjorok ke daratan, namun memiliki luas yang lebih lebar dibanding teluk biasa.
Tapi, di luar soal nama yang kurang tepat itu, Wediombo tetap menyuguhkan pemandangan pantai yang luar biasa. Air lautnya masih biru, tak seperti pantai wisata lainnya yang telah tercemar hingga airnya berwarna hijau. Pasir putihnya masih sangat terjaga, dihiasi cangkang-cangkang yang ditinggalkan kerangnya. Suasana pantai juga sangat tenang, jauh dari riuh wisatawan yang berjemur atau lalu lalang kendaraan. Tempat yang tepat untuk melepas jenuh.

Wediombo terletak di Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunung Kidul. Pantai ini sangat mudah dijangkau bila sebelumnya telah datang ke Pantai Siung. Cukup kembali ke pertigaan di Tepus sebelum menuju ke Siung, kemudian belok kanan mengikuti alur jalan hingga menemukan papan petunjuk belok ke kanan untuk menuju Wediombo.



Letak pantai ini jauh lebih ke bawah dibanding daratan sekitarnya. Beberapa puluh anak tangga mesti dituruni dulu sebelum dapat menjangkau pantai dan menikmati keelokan panoramanya. Sambil turun, di kanan kiri dapat dilihat beberapa ladang penduduk setempat, rumah-rumah tinggal dan vegetasi mangrove yang masih tersisa. Lalu lalang penduduk yang membawa rerumputan atau merawat ternak di kandang juga bisa dijumpai.

Selain panorama pantai yang mengagumkan, Wediombo juga menawarkan pengalaman wisata unik, bahkan ekstrim, yaitu memancing di ketinggian bukit karang. Saat ini jenis wisata yang bermula dari kebiasaan memancing penduduk setempat ini tengah digemari oleh pehobi dari kota Yogyakarta dan Wonogiri. Menurut penuturan penduduk setempat , mendapatkan ikan ukuran besar adalah tujuan para pehobi itu.

Bukan hal mudah untuk memancing di bukit karang, sebab letaknya yang jauh dari pantai. Bukit karang itu baru bisa dijangkau setelah berjalan ke arah timur menyusuri bibir pantai, naik turun karang di tepian pantai yang terjal, licin dan kadang dihempas ombak besar, kemudian naik lagi hingga puncak bukit karang yang langsung berhadapan dengan laut lepas yang dalam. Bagi yang telah terbiasa saja, perjalanan menuju bukit karang bisa memakan waktu satu jam.
Namun, hasil yang luar biasa bisa dituai setelah mengalahkan segala rintangan itu. Penduduk setempat mengungkapkan, ikan-ikan berukuran besar sering didapat oleh para turis lokal. Minimal, pemancing akan mendapatkan ikan cucut, atau ikan panjo dalam istilah setempat. Ikan yang panjangnya setara dengan lengan manusia dewasa ini punya 2 jenis, yang berbentuk gilig (silinder) banyak ditemui pada musim kemarau, sementara yang gepeng (pipih) ditemui pada musim hujan.
Untuk memancing, modalnya hanya umpan berupa ikan teri yang bahkan bisa didapatkan di tepian pantai. Tinggal menggunakan pancing atau merentangkan jaring kecil, maka umpan bisa didapat. Murah dan mudah, bukan?


Bagi yang tak cukup punya nyali untuk menuju bukit karang, membeli ikan hasil pancingan mungkin adalah cukup memuaskan. Beberapa warga menawarkan jasa memasak ikan bila ingin mencicipinya segera. Bila tidak, ikan bisa dibawa pulang mentah-mentah, tapi tentu cukup merepotkan.
Paket masakan ikan panjo goreng juga tersedia. Nasi, seekor ikan panjo goreng yang telah diiris kecil beserta sambal mentah dijual sangat murah. Nasinya dihidangkan dalam bakul kecil, sementara sambalnya dalam cobek. Porsinya cukup banyak, bahkan untuk 2 orang. . Ada juga landak laut goreng yang rasanya mirip daging ayam.

Pada saat-saat tertentu, anda bisa melihat upacara Ngalangi yang digelar oleh penduduk setempat. Upacara ini digelar sekali setahun, mirip upacara labuhan besar, tujuannya adalah mengungkapkan syukur pada Tuhan atas anugerah yang diberikan dan memohon rejeki lebih untuk masa mendatang. Anugerah yang dimaksud terutama adalah hasil tangkapan ikan yang jumlahnya lumayan, hingga bisa mencukupi kebutuhan.

Prosesi upacaranya cukup unik, dimulai dengan acara merentangkan gawar atau jaring yang dibuat dari pohon wawar. Jenis jaring ini konon digunakan untuk menangkap ikan sebelum adanya jaring dari senar yang dipakai sekarang. Gawar direntangkan dari bukit Kedongkowok hingga wilayah pasang surut pantai. Perentangan dilakukan saat air pasang, tujuannya adalah menjebak ikan yang terbawa ombak sehingga tak dapat kembali ke lautan.




Setelah air surut, ikan-ikan diambil. Warga kemudian sibuk membersihkan dan memasak ikan tangkapan. Sebagian kecil ikan dilabuh lagi ke lautan bersama nasi dan sesaji. Sebagian besar lainnya dibagi sesuai dengan jumlah keluarga penduduk setempat dan diantar ke rumah-rumah warga. Acara mengantar ikan ke rumah- rumah warga ini sering disebut kendurian besar, wujud kearifan lokal bahwa semua ikan adalah rejeki bersama.
Kecuali upacara Ngalangi, seluruh pesona pantai bisa dinikmati setiap harinya. Bila ingin bermalam atau menggelar sebuah acara yang dihadiri sekelompok kecil orang, terdapat sebuah gubug yang terletak tak jauh dari warung-warung yang berjejer di pantai. Sangat mengasyikkan dan mampu menebus rasa lelah ketika menuju ke pantai ini.

Pantai Ngobaran Gunungkidul Yang Eksotis

Pantai Ngobaran Gunungkidul memang terdengar masih asing bagi traveller.Mungkin bagi traveller lebih kenal dengan Pantai Baron,Pantai Kukup,Pantai Sundak dan pantai lainnya yang berada di daerah istimewa Yogyakarta.

 Pantai Ngobaran Gunungkidul terletak di Desa Kanigoro,Kecamatan Saptosari,Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta.Pantai Ngobaran terletak di koordinat GPS 8°7'9"S 110°30'16"E.
Eksotisme Pantai Ngobaran berbeda dengan pantai lainnya yang berada di Gunungkidul.





Pantai Ngobaran lebih tepat di sebut pantai yang memeberikan kesan pluralisme dalam artian anda   disini seakan serasa di bali namun serasa juga di lingkungan sendiri,yang paling mencolok adalah hadirnya pura yang berada disisi tebing.Disana juga terdapat mushola kecil.
Banyak yang bilang Pantai Ngobaran adalah Bali Van Java,kenapa demikian,,,,????

Karena memang Eksotisme Dari Pantai Ngobaran mirip Di Bali. Tebing yang tinggi,Curam ,Juga deburan ombak yang menghantam sisi tebing dan juga sebuah yang mirip pura berada disisi tebing mirip seperti di bali.

Pantai Ngobaran bisa di bilang pantai yang sangat istimewa,dari sekian banyak pantai di Gunungkidul.Pantai Ngobaran memiliki keunikan yaitu rumput laut atau alga hijau dan coklat yang banyak di pesisir pantai,jadi jangan membayangkan itu berupa pasir melainkan berupa karang.






Secara keseluruhan Pantai Ngobaran Gunungkidul memiliki ciri khas yang bertolak belakang dari pantai yang berada di Gunungkidul.Dan Pantai Ngobaran seakan-akan menjadi obat rindu bagi anda yang mungkin bosan dengan view laut yang selalu sama.Namun di Pantai Ngobaran anda akan mendapat ketenangan yang tidak kalah powerfull.Padang rumput laut atau alga hijau di Pantai Ngobaran seakan mendamaikan suasana hati walaupun jika anda menatapnya sebentar.
Pasti anda akan menggelengkan kepala jika melihat lama,itulah eksotisme di Pantai Ngobaran
Gunungkidul.

Nah Traveller,,,,,
siapkah anda berkunjung ke Gunungkidul untuk menikmati eksotisme Pantai Ngobaran.,,,,?????